KUPANG, 10 Juni 2026 – Empat hari di suhu dingin GMIT Arit Fatukanutu jadi ruang tempa iman bagi puluhan kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Kupang. Bible Camp perdana 4-7 Juni 2026 menutup dengan pesan satu arah: perubahan dimulai dari hati yang mau merendah.

Kegiatan perdana GMKI Kupang ini fokus menguatkan spiritualitas peserta. Tujuannya jelas: mempererat persekutuan, memperdalam iman, dan meneguhkan panggilan pelayanan. Tema besarnya _Grow With God, Power By Faith, Serving Creation_ -Bertumbuh Bersama Tuhan, Digerakkan oleh Iman, Melayani Ciptaan.
Yang menarik, peserta bukan hanya anggota GMKI. Pemuda-pemudi dari 18 gereja se-Klasis Kupang Timur ikut ambil bagian.
“Ini Bukan Kebetulan”
Ketua Majelis Jemaat GMIT Arit Fatukanutu Pdt. Elisabeth Neno-Mocka, S.Th, bersyukur gerejanya dipilih dari sekian banyak tempat di Klasis Kupang Timur.
“Saya percaya ini bukan kebetulan, bukan karena kita berjodoh, tapi karena Tuhan yang berkehendak. Kehadiran GMKI menjadi sukacita bagi kami,” ujarnya.
Bagi jemaat, Bible Camp menjawab pergumulan lama. Agenda Ibadah Penyegaran Iman yang lama tertunda akhirnya terlaksana lewat fasilitasi GMKI. Firman Pdt. Sepy Hawu, S.Th jadi berkat yang dinanti.

“Ibadah Penyegaran Iman sudah diprogramkan namun ada beberapa kendala sehingga belum terlaksana sehingga saya sangat bersyukur karena di fasilitasi oleh GMKI, Saya berterima kasih”. Lanjutnya
Pdt. Elisabeth pun menitipkan pesan bagi seluruh kader GMKI Kupang bahwa pelayanan yang sejati adalah pelayanan yang disertai ketulusan
“Pesan saya untuk kakak di GMKI: melayani dengan tulus, maka kita akan memperoleh berkat luar biasa dari Tuhan. Percayalah, dengan ketulusan itu masa depanmu sungguh ada,” pesannya.
Ia menutup dengan mengutip Amanat Agung: “Karena itu Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”.

Shalom Allah Hadir Lewat Bible Camp
Mewakili senior, Yurianus Riwu Hadjo mengapresiasi BPC GMKI Kupang. Baginya, kegiatan ini bukti roh visi-misi GMKI masih hidup.
“Dengan adanya Bible Camp ini sudah menjawab misi khusus GMKI, yaitu menghadirkan Shalom Allah di muka bumi ini. Kiranya membawa dampak dan perubahan baru bagi kita semua,” tegasnya.

Berubah Lewat Luka dan Kerendahan Hati
Ketua GMKI Cabang Kupang, Andraviani F.U. Laiya, menutup camp secara resmi. Ia jujur: kegiatan berjalan di tengah kekhawatiran, dinamika kepanitiaan, dan suhu dingin yang menguji.
“Tapi semua yang ikut Bible Camp betul-betul merendahkan hati dan berdamai dengan situasi penuh kesulitan, kekhawatiran, dan dinamika selama empat hari. Itulah yang menguatkan ketiga narasi besar kita,” katanya.
Andraviani menantang anak muda: jangan pulang sama seperti datang.
“Bagaimana kita mampu menyembuhkan luka-luka dengan apa yang kita miliki. Tidak harus besar, dengan hal kecil pun itu akan berharga di mata Tuhan. Secara internal saya percaya teman-teman akan mengalami perubahan sesuai tema besar GMKI: ‘Berubahlah’,” tutupnya.
Ketua Panitia Imanuel Benu, berharap Bible Camp ini bukan seremonial. “Saya berharap para peserta siap bertumbuh dan berbuah, serta terus terhubung dengan Tuhan,” ujarnya.

Dari Fatukanutu, GMKI Kupang pulang dengan bekal baru: kader berintegritas, rendah hati, berempati. Calon pemimpin masa depan yang lahir dari pergumulan, bukan zona nyaman.
_Rizal/Red










Komentar