Gunungsitoli — DiscoveryNews.id — 24 Juni 2026 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/P5A Kota Gunungsitoli perkuat pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Fokusnya: deteksi dini dan langkah preventif lewat kolaborasi lintas sektor sampai tingkat desa.
Strategi itu disampaikan dalam sosialisasi pencegahan Anak Berhadapan Hukum/ABH, Tindak Pidana Perdagangan Orang/TPPO, kekerasan anak, dan pernikahan usia anak. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Dinas P5A, Rabu 24/6/2026.
Kolaborasi Jadi Kunci
Kepala Bidang P5A Betty Novriani Waruwu menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
“Sinergitas ini libatkan lembaga masyarakat, adat, budayawan, pemerhati anak, lembaga profesi. Mereka garda terdepan untuk deteksi dan cegah kekerasan,” ujarnya.
Akar Masalah Multidimensi
Narasumber PKPA Nias Elisman Harefa menyebut akar masalah perlindungan anak dan perempuan kompleks. Faktornya: literasi rendah, pengaruh digital, ekonomi lemah, dan relasi keluarga yang rapuh.
“Kita harus saling melengkapi dan berada di garis depan untuk pencegahan dan perlindungan,” katanya.
Elisman menekankan semangat keadilan restoratif UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak/SPPA. Anak pelaku dibina, bukan dihukum berat. Anak korban wajib dipulihkan.
Peran Tokoh Agama
Pendeta Gustav Gabriel Harefa menyoroti kekerasan dari sudut moral. Ia menilai kekerasan dan TPPO muncul dari relasi kuasa tidak seimbang serta marginalisasi.
“Manusia bukan barang dagangan. Tokoh agama wajib berikan pendekatan spiritual dan penguatan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ujung Tombak: Tim PATBM Desa
P5A Gunungsitoli menargetkan Tim PATBM aktif di tiap kelurahan/desa tahun 2026. Tim ini gabungan Lurah, RT/RW, Guru, Tokoh Agama, PKK, Pemuda, Bidan, Babinsa, dan Relawan.
Tugas Tim PATBM:
1. Edukasi warga tentang UU 16/2019 batas nikah 19 tahun, UU 35/2014 perlindungan anak, UU 12/2022 TPKS.
2. Pengawasan kasus di lapangan.
3. Inisiator dan pelapor pertama jika ada kekerasan terjadi.
P5A berharap kolaborasi ini menekan angka ABH, TPPO, dan kawin anak. Targetnya: Gunungsitoli jadi lingkungan aman dan ramah untuk tumbuh kembang anak.
Hingga berita tayang, redaksi DiscoveryNews.id menunggu data P5A terkait jumlah desa dengan Tim PATBM aktif dan kasus yang berhasil dicegah tahun 2026.
Redaktur: Redakpel
Post Views: 469
Komentar