oleh

Bus Pelangi Tabrak Truk di Tol Pekanbaru–Dumai, 2 Tewas dan 16 Penumpang Luka-luka

PEKANBARU Discovery. id — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Pelangi dan sebuah truk tronton terjadi di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 2, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 05.40 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 16 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK yang melaju dari arah Batin Solapan menuju Pekanbaru diduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi. Akibatnya, bus menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi BK 8050 GU yang melaju searah di depannya.
Benturan keras menyebabkan truk keluar dari badan jalan hingga terperosok ke dalam parit, sementara bagian depan bus mengalami kerusakan parah.
Dari total 18 korban, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Ibrahim Yafi Al Arumi (2) dan Ainul Mardiah (58). Sementara itu, 16 korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menerima laporan kejadian, personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya bergerak cepat menuju lokasi. Petugas mengevakuasi korban, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas, serta membantu proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga mendata identitas korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, mengatakan keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kecelakaan lalu lintas.
“Begitu menerima informasi, personel kami yang dipimpin Kanit Tol Permai AKP Ruben langsung bergerak menuju lokasi
. Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali agar tidak terjadi kecelakaan susulan,” ujarnya.
Eko menambahkan, personel Sat PJR juga berkoordinasi dengan Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, dan Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru agar proses evakuasi korban maupun kendaraan berjalan cepat, aman, dan profesional.
Sementara itu, pengemudi Bus Pelangi diketahui meninggalkan lokasi kejadian dan hingga kini masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Menurut AKBP Eko, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi mengalami microsleep.
Ia mengimbau seluruh pengemudi, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk.
“Manfaatkan rest area atau berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” tegasnya.
Penanganan lanjutan kasus kecelakaan tersebut kini telah diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru sesuai kewenangannya.
Di sisi lain, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta mendoakan korban luka agar segera pulih.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, serta seluruh korban yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan,” pungkasnya.(yolanda)

Komentar