oleh

Dari Mimbar Diskusi ke Meja Persidangan

Kemarin langkahmu menyusuri jalanan
Bukan untuk menghindari luka
Melainkan untuk mendekap yang terluka
Dari persekutuan di GMKI kau belajar tentang artinya pengabdian.
Bahwa pelayanan sejati bukan tentang nama
Tetapi tentang menjadi terang di tengah gelap

Suara yang dulu kau angkat di lapangan
Bukan lahir dari kemarahan
Tetapi dari nurani yang tidak tega melihat ketidakadilan

Tangan yang dulu mencatat perjalanan organisasi
Bukan karena perintah
Tetapi karena keyakinan bahwa sejarah harus diingat dan dihidupi

Foto: Andravini, Ketua GMKI Kupang bersama Rekan seusai Sumpah Profesi Advokat

Hari ini peziarahan itu memasuki babak baru
Dari mimbar diskusi ke meja persidangan
Dari aksi damai ke pembelaan hukum.

Dari semangat organisasi ke sumpah profesi
Jubah yang kau kenakan kini berbeda.

Hitam, sederhana, namun penuh tanggung jawab
Ia mengingatkan bahwa kini kau dipanggil
Untuk berdiri di celah, menjadi jembatan bagi yang lemah

Hari ini engkau mengucapkan sumpah
Di hadapan Tuhan, di hadapan hukum, dan di hadapan hati nurani
Biarlah firman Amsal 31:8-9 menuntun setiap langkahmu
“Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu,
Perjuangkanlah hak semua orang yang merana.”

Dari jalanan pelayanan
Menuju meja hijau pelayanan
Kiranya Tuhan yang telah memanggilmu di GMKI
Terus memimpin lidah, pikiran, dan hatimu
Agar keadilan bukan hanya diucapkan
Tetapi sungguh dirasakan oleh mereka yang menanti

GMKI Kupang bersyukur dan bangga
Karena salah satu kader Tulennya kini menjadi suara
Bagi mereka yang selama ini tidak bersuara.

Selamat menerobos babak pelayanan yang baru ibu Ketua!

Adv. Andraviani F.U. Laiya, SH.MH.

Komentar