KUPANG, DiscoveryNewsId – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia GMKI Cabang Kupang menggelar audiensi langsung dengan PT Pertamina Patra Niaga wilayah NTT, Selasa (12/8/2026).
Untuk membongkar kesenjangan data di atas kertas dengan realita di lapangan. Klaim kuota naik namun masyarakat kesulitan mendapatkan pertalite dan minyak tanah.
Audiensi dipimpin Putra Umbu Toku Ngudang, Ketua Bidang Aksi & Pelayanan BPC GMKI Kupang. Pihak Pertamina diwakili Aldy, Pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Wilayah NTT.
GMKI membawa 3 poin persoalan utama yang dikeluhkan warga dilapangan:
1.Minyak Tanah Langka & Mahal. Padahal Pertamina klaim kuota naik. Faktanya warga harus beli Rp15.000 – Rp20.000/botol.
2. Antrean Panjang Pertalite. Kelangkaan di SPBU bikin harga eceran meroket jadi Rp15.000 – Rp25.000/Liter.
3. Gas Elpiji Tembus Rp 400.000/tabung.
Jauh di atas HET jadi memberatkan rumah tangga.
Menanggapi itu, Aldy menegaskan Pertamina sudah menjalankan tugas sesuai regulasi.
“Total kuota BBM NTT sampai bulan ini 1.820.000 Liter. Akan ada tambahan 55.000 Liter. Kami pastikan kuota tidak turun,” ujarnya.
Soal harga mahal, Pertamina mengaku kewenangannya terbatas. Sidak hanya bisa dilakukan dari SPBU sampai agen resmi.
“Penertiban yang dihilir, pengecer dan UMKM nakal yang jual di atas HET, itu ranahnya Pemda. Kami dari hulu sudah tertibkan, tapi hilir butuh kerja sama semua pihak. Ini bukan hanya tugas Pertamina,” jelas Aldy.
GMKI menilai persoalan BBM di NTT bukan sekadar soal kuota, tapi soal pengawasan dan distribusi.
“Kami tidak anti Pertamina. Tapi kalau data bilang naik, sementara di pangkalan dan kios-kios harga mencekik, berarti ada yang tidak beres ini. Negara tidak boleh kalah sama mafia BBM,” tegas Putra.
Akhir dari Audiensi kedua pihak sepakat untuk membangun komunikasi lebih intens dan mendorong Pemda untuk aktif melakukan sidak ke pengecer.
****Red









Komentar