TAKENGON – SMK Negeri 1 Takengon terus mengembangkan berbagai potensi sekolah melalui unit-unit layanan dan produksi yang dikelola dengan pendekatan pendidikan vokasi serta kewirausahaan.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMKN 1 Takengon, Sri Waluyo, sekolah tersebut menghadirkan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari Edotel Singahmata, Laundry Singahmata, pusat penjualan ATK hingga unit kuliner.
Pengembangan berbagai unit produktif ini tidak hanya diarahkan sebagai layanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik agar memiliki pengalaman mengelola usaha, memberikan pelayanan, menjaga kualitas produk hingga memahami kebutuhan dunia kerja.
Konsep tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada satuan pendidikan SMK, yang memberikan ruang bagi sekolah untuk mengembangkan layanan dan unit produksi secara lebih profesional, efektif, efisien, transparan serta tetap bertanggung jawab sesuai ketentuan pengelolaan BLUD.
Kementerian Dalam Negeri sendiri telah memiliki pedoman khusus terkait penyusunan dokumen administratif penerapan BLUD SMK, melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 981/7299/Keuda tanggal 22 Oktober 2021.
Sementara itu, Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 mengatur bahwa BLUD bertujuan memberikan layanan umum secara lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan prinsip keadilan, kepatutan, manfaat serta praktik bisnis yang sehat.
Edotel Singahmata Jadi Salah Satu Unit Unggulan
Salah satu unit yang dikembangkan SMKN 1 Takengon adalah Edotel Singahmata.
Edotel menyediakan pilihan kamar Standard dengan tarif yang dipromosikan sebesar Rp250 ribu per malam, serta kamar Superior sebesar Rp350 ribu per malam.
Selain menjadi alternatif akomodasi bagi masyarakat, keberadaan Edotel juga dapat menjadi sarana praktik bagi peserta didik untuk mengenal secara langsung tata kelola pelayanan perhotelan.
Laundry Singahmata Tawarkan Harga Terjangkau
Di bidang jasa, SMKN 1 Takengon juga menghadirkan Laundry Singahmata dengan layanan cuci dan setrika maupun cuci tanpa setrika.
Tarif yang ditawarkan masing-masing Rp6.500 per kilogram untuk cuci dan setrika serta Rp3.500 per kilogram untuk cuci tanpa setrika.
Terdapat pula promo khusus berupa cuci 7 kilogram mendapatkan bonus 1 kilogram, sehingga layanan tersebut menyasar kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi ruang praktik keterampilan siswa.
Pusat Penjualan ATK
Tidak hanya sektor jasa, sekolah juga mengembangkan Pusat Penjualan ATK SMK Negeri 1 Takengon.
Berbagai kebutuhan alat tulis dan perlengkapan sekolah maupun perkantoran tersedia, mulai dari buku, pulpen, map, kertas, pensil warna, perlengkapan arsip hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami proses pengelolaan produk, pelayanan konsumen, pemasaran dan tata kelola usaha.
Unit Kuliner Hadirkan Beragam Produk
Sektor lainnya adalah Kuliner SMK Negeri 1 Takengon yang menyediakan berbagai produk makanan dan kue.
Salah satu produk yang ditawarkan adalah paket kue kotak dengan pilihan dua kue seharga Rp6.000 dan tiga kue seharga Rp10.000.
Pilihan produknya cukup beragam, antara lain risol, tahu isi ayam, kroket kentang, perkedel kentang, bakwan jagung, tahu bakso, kue sus, pie buah, brownies, bolen pisang, risol cokelat, cake marmer, putu ayu dan berbagai jenis kue lainnya.
Sekolah Vokasi yang Belajar Mengelola Usaha
Pengembangan berbagai unit produksi tersebut memperlihatkan bagaimana pendidikan SMK dapat dikembangkan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
Siswa dapat belajar menghadapi konsumen, menjaga kualitas produk, mengatur pelayanan, menghitung biaya, memahami pemasaran hingga mengenal prinsip-prinsip pengelolaan usaha.
Dalam konteks penerapan BLUD, fleksibilitas pengelolaan layanan juga harus tetap berjalan dengan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas dan sesuai regulasi yang berlaku.
Karena itu, keberadaan unit usaha di lingkungan SMKN 1 Takengon menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter pendidikan vokasi sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengenal dunia usaha secara lebih nyata.
Di bawah kepemimpinan Sri Waluyo, SMKN 1 Takengon terus mendorong agar potensi sekolah tidak berhenti sebagai fasilitas pembelajaran, tetapi dapat berkembang menjadi unit layanan produktif yang memberi manfaat bagi siswa, sekolah dan masyarakat.
Jika dikelola secara profesional dan sesuai ketentuan, pengembangan unit-unit tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem SMK berbasis kewirausahaan dan BLUD, di mana pendidikan, keterampilan, pelayanan dan dunia usaha dapat berjalan secara beriringan.
SMKN 1 Takengon: belajar melalui praktik, berkarya melalui produk, dan melayani masyarakat melalui pendidikan vokasi.
SMKN 1 Takengon Kembangkan Unit Usaha Berbasis Vokasi, Dorong Penguatan BLUD Sekolah








Komentar