oleh

Kobarkan Semangat Juang 45 dan “Bambu Runcing Digital”, Pemuda Nias Kepung Istana Desak Presiden Segera Sahkan Provinsi Kepulauan Nias

NIAS, DiscoveryNews.id 15 AGUSTUS 2026 – Di ambang peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, api perjuangan kembali menyala dari beranda Samudra Hindia. Dari tanah Ono Niha, Aliansi Pemuda dan Tokoh Masyarakat 4 Kabupaten 1 Kota Kepulauan Nias menyerukan maklumat perang melawan ketertinggalan.

Tuntutannya satu dan tidak bisa ditawar: *Mendesak Bapak Presiden Republik Indonesia segera menandatangani pemekaran Provinsi Kepulauan Nias.

“77 tahun lalu, para pendahulu kami merebut kemerdekaan dengan bambu runcing, darah, dan nyawa. Hari ini, kami mewarisi darah yang sama. Senjata kami kini adalah ‘Bambu Runcing Digital’. Dengan jemari dan layar ponsel, kami akan memerdekakan Nias dari kemiskinan, keterisolasian, dan ketidakadilan pembangunan,” tegas juru bicara Aliansi.

Gerakan moral ini lahir dari kesadaran pahit bahwa menunggu dari bawah sudah terlalu lama. Kompleksitas birokrasi di 4 kabupaten 1 kota membuat akselerasi pembangunan skala besar berjalan di tempat. Anggaran habis, tapi jalan rusak, listrik padam, dan rumah sakit rujukan tidak ada.

“Kami tidak butuh janji. Kami tidak butuh proyek mercusuar. Kami butuh payung hukum baru. Kami butuh Provinsi Kepulauan Nias. Hanya dengan provinsi, roda pembangunan bisa dipercepat dan 800 ribu jiwa Ono Niha bisa sejajar dengan daerah lain,” lanjutnya.

Seruan ini bukanlah ajakan untuk anarkis. Ini adalah Manifesto Perjuangan Digital Abad ke-21*. Tidak ada batu, tidak ada bakar ban. Yang ada adalah gempuran narasi masif di Facebook, Instagram, TikTok, hingga WhatsApp. Seluruh anak Nias di rantau maupun di kampung diinstruksikan bersatu dalam satu komando digital dengan satu suara.

“Dulu musuh kami terlihat, yaitu penjajah kolonial. Kini musuh kami adalah jarak, mahalnya biaya hidup, lambatnya akses kesehatan dan pendidikan, serta keterisolasian geografis. Semangat Proklamasi 1945 mengajari kami satu hal: Hak untuk maju dan sejahtera tidak pernah diberikan. Hak itu harus direbut dan diperjuangkan!*” tambahnya.

Melalui momentum 17 Agustus ini, Pemuda dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Nias mengetuk pintu hati *Presiden RI Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih. Pemekaran Provinsi Nias bukan lagi soal politik lokal. Ini adalah soal *kemanusiaan, keadilan, dan kedaulatan NKRI di wilayah terluar dan terdepan.

“Kami bukan meminta sedekah. Kami menuntut hak konstitusional kami sebagai anak bangsa. Berikan kami provinsi hari ini, maka kami jamin akan membangun Nias menjadi beranda maritim Indonesia yang maju, mandiri, dan bermartabat,” pungkasnya.

MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

SALAM PERSATUAN KEPULAUAN NIAS
Bersatu Kita Kuat, Bercerai Kita Tertinggal”
Aliansi Pemuda & Tokoh Masyarakat Kepulauan Nias

 

Editor : Red.

Haris
Author: Haris

Komentar