Kupang, DiscoveryNewsId_Menyongsong perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia(GMKI) Kupang menggelar edukasi bagi remaja Di GMIT Karmel Fatululi sebagai bentuk jawaban dari Keresahan atas maraknya kekerasan seksual di Kalangan Remaja di Kota Kupang. Minggu, 16/08/2026
Staf Bidang Pemberdayaan Perempuan GMKI Kupang,Usi Guen J. Kana Huru, S.Psi menjadi pemateri utama dalam kegiatan ini.
Menciptakan Ruang Aman Bagi Remaja
Dalam penyampaian materinya, Guen menegaskan bahwa “Tubuhku, Batasanku” dipilih sebagai bentuk penguatan bagi remaja agar memiliki pemahaman utuh tentang diri sendiri dan berani menegakkan batasan pribadi.
“Tujuannya sederhana: menciptakan ruang yang aman, sehat, dan penuh kasih bagi setiap remaja. Kami ingin remaja di Kupang mengenal tubuhnya, merawat kesehatannya, dan yang paling penting tahu cara melindungi diri dari kekerasan dan pelecehan,” ujar Guen.
Kekerasan pada Remaja Meningkat
Kegiatan ini lahir dari keprihatinan GMKI Kupang terhadap maraknya kekerasan seksual yang menyasar remaja di Kota Kupang. Data dan laporan di lapangan menunjukkan bahwa banyak remaja belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang batasan tubuh, hak atas keamanan diri, dan mekanisme perlindungan.
Melalui edukasi ini, GMKI Kupang ingin membekali remaja dengan beberapa poin Penting:
Mengenal diri: Memahami perubahan fisik, psikologis, dan reproduksi saat remaja
Mengenal batasan: Berani mengatakan “tidak” dan memahami apa yang tidak boleh dilakukan orang lain terhadap tubuhnya
Merawat diri: Menjaga kesehatan fisik dan mental
Melindungi diri: Mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan tahu ke mana harus melapor
Peserta yang hadir 50 orang, turut hadir juga 2 orang dari UPP PAR GMIT Karmel Fatululi
Apresiasi dan Komitmen
Merespon kegiatan tersebut Jems, Ketua UPP PAR Karmel. Fatululi menyampaikan apresiasi untuk kegiatan ini
“Terimakasih banyak untuk GMKI karena sudah mau untuk memberi edukasi bagi anak-anak remaja, ini menjawab keresahan bersama tentang isu pergaulan bebas dan kekerasan seksual dikota Kupang yang makin meningkat” pungkasnya
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini jangan selesai disini tapi harus tetap berlanjut.
“Anak-anak remaja ini adalah masa depan gereja jadi perlu kerjasama yang baik agar tidak memberi kesempatan untuk mereka terkontaminasi dengan kegiatan orang dewasa” tambahnya.
Ia juga berharap nilai ini terus dirawat agar masa depan gereja tidak putus sebab era digital ini sangat berpengaruh bagi anak-anak remaja.
“Di Klasis pun kami sering membahas ini apalagi kita di era digital yang semua anak-anak terpengaruh juga dari media sosial, jadi perlu kita atasi bersama.” Tutupnya
Senada dengan itu Jorge, salah satu peserta PAR GMIT Karmel Fatululi juga menyampaikan kesan dari kegiatan ini
“Dari materi yang disampaikan oleh Kaka Guen, saya bisa belajar bagaimana bisa mengenal diri melalui perubahan fisik, psikologi dan reproduksi saat remaja, dengan ini saya bisa menjaga batasan dan merawat diri dengan baik. Terima kasih”. Kata Jorge

Ajakan Terbuka
Akhir dari kegiatan ini GMKI Kupang dan UPP PAR GMIT Karmel Fatululi bersepakat mengajak seluruh remaja, pelajar dan seluruh komunitas diKota Kupang supaya bisa belajar mengenali diri dan lingkungan agar menjaga batasan dalam bermedia sosial, pergaulan dan perilaku yang menyimpang serta ruang-ruang yang menormalisasikan kekerasan seksual maupun LGBT.
***Red















Komentar