oleh

Penampung BBM Subsidi Berkedok Warung di Depan SPBU Wotu Disorot, Gunakan 3 Mobil untuk Melangsir

LUWU TIMUR,Discoverynews.id – Dugaan praktik penampungan BBM bersubsidi berkedok warung kembali menjadi sorotan warga di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.

Warung yang disebut berada tepat di depan SPBU Wotu tersebut diduga menjadi lokasi penampungan BBM subsidi yang diperoleh melalui pembelian berulang di SPBU untuk kemudian diduga diperjualbelikan kembali.
Yang menjadi perhatian warga, pengelola warung tersebut diduga merupakan oknum pegawai BKKBN.

Warung ini diduga hanya modus, informasi yang dihimpun, aktivitas pemilik warung ini jadi pedagang dan penampung BBM Subsidi, aktifitas sedot BBM Subsidi sangat aktif di warung ini.

Pantauan masyarakat, pemilik warung menggunakan tiga unit mobil, satu unit mobil BBM pertalite, dua unit mobil  BBM solar dan Motor untuk melangsir di SPBU, pemilik diduga memanfaatkan orang untuk keluar masuk SPBU membeli BBM subsidi dengan cara diberi tips Rp. 50 ribu per mobil, Setelah mobil terisi penuh, mobil dimasukkan kedalam garasi khusus untuk menyedot BBM.

Informasi masyarakat pemilik warung adalah salah satu pegawai BKKBN, parahnya aktifitas illegal BBM Subsidi ini dilakukan secara terang-terangan didepan SPBU Wotu namun Kepolisian terkesan tutup mata, sementara jarak Polsek Wotu dengan warung ini lumayan dekat.

” Caranya dia itu, orang yang sering parkir di SPBU dimanfaatkan suruh bawa mobilnya masuk SPBU beli BBM Subsidi dia bayar 50 ribu per mobil, karena kalau orang yang sering parkir di SPBU berani dia mengisi berulang baru tidak antre dia lewat depan makanya cepat dapat BBM solar maupun pertalite, paling banyak BBM subsidinya dia itu tiap hari,” sebut sumber namun tak bersedia sebut jati dirinya, Senin 17/8/2026.

” Ini herannya juga, melangsir terang-terangan, mobilnya ada tiga dia gunakan sudah kentara sekali kalau menampung BBM subsidi, itu garasi khususnya dia bikin untuk tempat menyedot BBM, jeriken kadang banyak terhambur di belakang, kenapa Polisi tidak tindaki padahal sering polisi ada di depan SPBU, ini pemilik warung sepertinya memang ada dia andalkan dagang BBM Subsidi, entah kenapa Polisi tidak berani tegas mana padahal didekatnya menyedot juga ada kantor Media, memang berani ini pemilik warung,” lanjut sumber.

Namun, dugaan mengenai status dan keterlibatan yang bersangkutan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Sejumlah warga mempertanyakan bagaimana aktivitas tersebut dapat berlangsung apabila benar terjadi di lokasi yang berada tidak jauh dari SPBU.

“Kalau memang benar ada penampungan BBM subsidi di warung tersebut, kami berharap aparat segera turun melakukan pengecekan. Apalagi lokasinya disebut berada tepat di depan SPBU,” ujar seorang warga lain yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga juga meminta pihak berwenang menelusuri pola pengadaan BBM tersebut, termasuk dari mana BBM diperoleh, berapa jumlah yang ditampung, serta kemana BBM tersebut kemudian disalurkan.

Pertamina sendiri memiliki mekanisme pengawasan dan pengendalian penyaluran BBM melalui sistem digitalisasi dan ketentuan operasional SPBU.
Sistem tersebut antara lain ditujukan untuk meminimalkan penyalahgunaan dalam penyaluran BBM.

Jika dugaan tersebut terbukti, warga meminta agar tidak ada perlakuan khusus terhadap pihak yang terlibat, termasuk apabila yang bersangkutan benar merupakan aparatur atau pegawai pada suatu instansi pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterlibatan oknum pegawai BKKBN maupun aktivitas penampungan BBM di warung tersebut belum terverifikasi secara independen. Pihak yang disebut maupun instansi terkait perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Mulyadi
Author: Mulyadi

Komentar

News Feed