Kupang, DiscoveryNewsId_ Seiring berjalannya waktu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang kini menapaki usia 64 tahun. Usia yang tidak lagi berbicara tentang bagaimana mengulang sejarah tapi momentum reflektif Peziarahan pelayanan. Selasa, 18/08/2026.
Andraviani F.U. Laiya, MH. dalam pidatonya sebagai ketua Cabang, mengajak kader untuk kembali pada hakikat gerakan: diwariskan untuk melayani.
“Sejarah GMKI Kupang bukan sejarah sebuah gedung. Ini adalah sejarah perziarahan. Panggilan yang berpindah dari satu masa ke masa berikutnya,” ujarnya di hadapan anggota aktif dan Senior
GMKI Kupang didirikan 18 Agustus 1962 oleh lima perintis: Robert Riwu Kaho, Martinus Londong, Tigor Gultom, Welly Sereh, dan L. Radja Haba. Sejak awal, gerakan ini mewariskan semangat untuk hadir di tiga medan layan: perguruan tinggi, gereja, dan masyarakat.
Selama 64 tahun, kader GMKI Kupang ditempa di kampus-kampus seperti Undana, UKAW, UPG 1945, Unwira, IAKN, Muhammadiyah, Undarma, dan STIKUM. Mereka juga hadir menyuarakan keberpihakan di tengah persoalan NTT: kemiskinan, ketidakadilan, perdagangan manusia, kekerasan berbasis gender, hingga krisis ekologi.
Ketua Cabang menegaskan bahwa yang diwariskan GMKI bukan status atau nama besar, melainkan panggilan pelayanan. Warisan itu hidup karena bertumpu pada satu titik: Yesus Kristus, Sang Kepala Gerakan.
Ia juga mengingatkan bahaya di usia gerakan yang panjang: mencintai lembaga lebih dari mencintai Kepala Gerakan dan sesama.
“GMKI adalah wadah. Berkat yang kita rasakan adalah akumulasi kasih Allah kepada pribadi-pribadi yang dipanggil berkarya melalui wadah ini. Jangan sampai kita membela nama besar GMKI, tapi kehilangan roh pelayanan dan kejujuran,” tegasnya.
Menutup pidato, ia menyampaikan pesan kunci Dies Natalis tahun ini.
“Berkat 64 tahun ini bukan untuk disimpan sebagai kebanggaan lembaga. Berkat ini dititipkan untuk disalurkan kembali kepada yang membutuhkan. 64 tahun bukan usia untuk dirayakan. 64 tahun adalah usia untuk dilanjutkan.”

Sedangkan Korwil VII Pengurus Pusat GMKI, Mikdon Hede Patu, dalam sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi karena di Usia cukup GMKI Kupang semakin tangguh dan semakin kuat bersuara.
“Di usia 64 tahun ini sudah masuk kategori lanjut usia dan sesuai pengamatan saya GMKI Kupang kini semakin tangguh, semakin kuat bersuara, dan berpihak pada kaum-kaum tertindas.” tegas Korwil VII
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pengurus Pusat GMKI mendorong kader untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. PP GMKI telah membangun kerja sama dengan UKSW dan UKI untuk program beasiswa dengan potongan 50% khusus bagi kader GMKI.
“Kita mendorong agar kader GMKI bisa meraih pendidikan di jenjang S2 melalui beasiswa scholarship. Ini adalah komitmen PP untuk memastikan kader tidak hanya kuat dalam gerakan, tetapi juga kuat dalam intelektualitas,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa GMKI Kupang harus terus berdiri di atas gagasan dan prinsip yang kokoh, serta menjunjung tinggi nilai kepedulian terhadap sesama.
Di akhir sambutannya, Korwil VII PP GMKI mengucapkan selamat Dies Natalis ke-64 untuk GMKI Cabang Kupang.
“Tetaplah jadi garam dan terang dunia bagi bangsa dan sesama serta tetap merawat semangat Ut Omnes Unum Sint,” tutupnya.
Tentang GMKI Kupang
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang berdiri 18 Agustus 1962. Berlandaskan 3 pilar Iman, Ilmu, dan Pengabdian, GMKI Kupang berkomitmen mencetak kader yang berintegritas untuk kampus, gereja, dan bangsa.
***Red













Komentar