oleh

Bencana Bertopeng Kemarau: Petaka Karhutla Parit Demang yang Membara, Jejak Kejahatan Lingkungan di Tanah Gambut Pontianak

PONTIANAK | Discoverynews ~ Langit Pontianak kembali diselimuti kabut pekat yang menusuk hidung saat api memakan habis belukar kering di kawasan Jalan Parit Demang pada Jumat (28/08/2026). Tim redaksi yang turun langsung ke lokasi menyaksikan hamparan lahan gambut terbakar hebat, memuntahkan asap tebal yang membumbung tinggi dan mengancam permukiman warga di sekitarnya. Di tengah terik musim kemarau yang membakar kulit, jeritan sirene armada pemadam kebakaran beradu cepat dengan laju kobaran api yang terus meluas tanpa kendali.

Di balik tragedi lingkungan yang berulang ini, tercium kuat aroma kesengajaan dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum kemarau panjang. Musim kering yang seharusnya menjadi momentum kewaspadaan justru dijadikan celah bagi oknum serakah untuk membersihkan dan membuka lahan dengan cara paling murah namun paling mematikan, yaitu membakarnya. Kepulan asap yang mengepul dari bawah permukaan gambut menjadi bukti bisu betapa serakahnya tindakan manusia yang demi keuntungan sepihak tega mengorbankan ruang napas ribuan warga.

Dampak dari ulah segelintir oknum tersebut langsung menghantam aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Pontianak dan sekitarnya. Jarak pandang yang merosot tajam mengganggu lalu lintas, sementara anak-anak dan lansia mulai mengeluhkan sesak napas akibat terpapar polusi asap racun. Petugas gabungan dan relawan pemadam kebakaran harus berjuang ekstra keras menembus tanah gambut yang membara di bagian dalam, bertaruh nyawa demi memadamkan titik-titik api yang terus membesar tertiup angin kencang.

Bencana tahunan ini tidak boleh terus dianggap sebagai fenomena alam belaka, melainkan kejahatan lingkungan yang terencana dan terstruktur. Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk tidak sekadar memadamkan api di lapangan, tetapi juga memburu dan menindak tegas para dalang di balik aksi pembakaran lahan ini. Tanpa sanksi hukum yang berat dan pengawasan yang ketat, tanah gambut Pontianak akan terus menjadi korporasi bencana yang berulang setiap kali kemarau menyapa.

(Tim/Red)

Komentar