GORONTALO, Discoverynews.id – Ada yang berbeda dari aktivitas Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada akhir pekan. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Gusnar memilih meluangkan waktu untuk ngopi bersama komunitas warkop di kawasan Pasar Sentral Gorontalo, Minggu (30/8/2026).
Tanpa suasana protokoler yang biasanya melekat pada agenda seorang kepala daerah, Gusnar duduk berbaur bersama warga. Secangkir kopi menjadi teman dalam obrolan santai yang berlangsung penuh keakraban.
Gusnar mengatakan, kehadirannya di warkop bukan sekadar untuk menikmati kopi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
“Saya sengaja datang ke sini bukan sebagai gubernur, tapi sebagai teman ngopi. Di warkop begini, obrolan jadi lebih cair dan saya bisa dengar langsung apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Gusnar kepada awak media di lokasi.
Menurutnya, ruang-ruang informal seperti warkop justru dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Dalam suasana yang lebih santai, warga bisa menyampaikan berbagai masukan, keluhan, maupun harapan tanpa harus menunggu forum resmi pemerintah.
Momen tersebut pun mendapat respons positif dari warga yang ikut bergabung dalam perbincangan. Salah seorang warga mengaku senang dapat berbicara langsung dengan orang nomor satu di Provinsi Gorontalo tersebut.
“Baru kali ini saya bisa bicara dekat begini sama gubernur, biasanya kan cuma lihat di media,” ungkapnya.
Selain membahas berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, perbincangan di meja warkop juga menyentuh isu politik yang belakangan menjadi perhatian publik, termasuk kabar mengenai keretakan koalisi.
Menanggapi isu tersebut, Gusnar memilih merespons dengan tenang. Ia menilai berbagai pemberitaan yang muncul dalam beberapa hari terakhir telah memberikan gambaran mengenai persoalan yang sebenarnya.
“Saya kira 2-3 hari ini pemberitaan justru telah menginformasikan duduk perkara dan cerita yang lengkap dan sebenarnya, sehingga tidak perlu ada lagi yang diributkan,” tegas Gusnar sambil menyeruput kopinya.
Gusnar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima setiap informasi yang beredar begitu saja. Menurutnya, pengecekan dan verifikasi terhadap informasi penting dilakukan agar sebuah isu tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi berbagai informasi, terutama yang berkaitan dengan isu politik dan pemerintahan.
Bagi Gusnar, komunikasi dengan masyarakat tidak harus selalu berlangsung di ruang rapat atau forum pemerintahan. Warkop, menurutnya, juga bisa menjadi ruang sederhana untuk membangun kedekatan sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Ia berharap kegiatan ngopi bersama masyarakat seperti itu dapat terus dilakukan. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, komunikasi secara langsung dinilai dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.
Suasana sederhana di warkop Pasar Sentral itu pun menjadi gambaran bahwa komunikasi antara pemimpin dan masyarakat dapat dibangun melalui cara yang lebih cair, terbuka, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.







Komentar