oleh

HILANG UANG BISA DI CARI,TAPI HILANG SAUDARA MEMBAWA PENDERITAAN BATIN:KEKUATAN IKATAN KEKELUARGAAN KISAR TETAP DI JAGA

 

 

Maluku,Discoverynews-Di tengah suasana hangat ngopi bersama di kediaman Pakinana, Pulau Kisar, berlangsung pembicaraan mendalam yang menyentuh nilai-nilai luhur dan kebersamaan masyarakat setempat.very Acara yang dihadiri Bapak Nus Rehiara dan Bapak Orel Perulu ini tak sekadar pertemuan santai, melainkan momen berharga untuk merenungkan kemajuan daerah serta menjaga eratnya ikatan persaudaraan yang sudah tumbuh sejak lama.

Dalam percakapan tersebut, muncul ungkapan penuh makna: “Hilang uang bisa dicari, tapi hilang saudara membawa penderitaan batin.” Kalimat ini menjadi inti pembahasan, menegaskan bahwa harta benda memang bisa diperjuangkan kembali jika hilang, namun jika ikatan persaudaraan dan persatuan putus, kerugiannya terasa jauh lebih dalam dan sulit dipulihkan.

Pembicaraan pun mengarah pada cita-cita bersama demi kemajuan Pulau Kisar, dengan semangat Yotowawa Rai Daisuli. Semangat ini mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu padu, bergandengan tangan membangun daerah agar semakin maju, sejahtera, dan dikenal luas.

Bapak Nus Rehiara menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan di Kisar memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri, berbeda dengan daerah lain. Salah satu bukti nyata keakraban itu terlihat dari kebiasaan masyarakat setempat yang saling mencium hidung saat bertemu sesama saudara—sebuah tradisi yang bukan sekadar adat, melainkan cerminan kasih sayang, rasa hormat, dan kebersamaan yang tulus.

“Hubungan kekeluargaan di Kisar harus tetap dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Ciri persaudaraan kita berbeda dengan tempat lain, salah satunya terlihat dari cara kita menyapa dan menyambut satu sama lain dengan ciuman hidung. Itu adalah tanda bahwa kita benar-benar satu darah, satu hati, dan satu tujuan,” ujar Bapak Nus Rehiara.

Beliau berharap tradisi dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan ke generasi mendatang. Sebab, persaudaraan yang kokoh adalah pondasi utama agar pembangunan berjalan lancar, persatuan tak tergoyahkan, dan masyarakat Kisar tetap hidup rukun, damai, serta saling mendukung dalam suka maupun duka.

Suasana pertemuan pun berakhir penuh kehangatan, dengan tekad bulat: apa pun yang terjadi, ikatan persaudaraan di tanah kelahiran ini tak boleh putus, demi kebaikan bersama dan masa depan Pulau Kisar yang semakin gemilang.

 

 

 

Komentar