oleh

Mak YA Babershop Silungkang: Pangkas Rambut Sederhana, Pelanggan Setia dari Generasi ke Generasi

SILUNGKANG, 4 September 2026, discoverynews.id Tak harus mewah untuk menjadi pilihan. Tak perlu tempat besar untuk memiliki pelanggan setia. Di Silungkang, ada sebuah usaha pangkas rambut sederhana yang justru mampu bertahan dan terus diminati warga sejak tahun 2010.

Namanya Pangkas Rambut Mak YA 

Bagi sebagian besar warga Silungkang, nama Mak YA bukan sekadar tempat memangkas rambut. Di tempat sederhana ini, pelanggan mendapatkan pelayanan ramah, suasana nyaman, hasil cukuran yang rapi, serta harga yang tetap bersahabat dengan kantong masyarakat.

Usaha yang kini berada di Jalan Lintas Sumatera, Dusun Kebun Jeruk, Desa Silungkang Oso, tersebut telah melewati perjalanan panjang selama lebih dari 16 tahun.

Mak YA pertama kali membuka usaha pangkas rambut pada tahun 2010 di kawasan Pasar Silungkang, tepatnya di depan halaman SD 01 Silungkang, Desa Silungkang Tigo. Empat tahun kemudian, pada 2014, Mak YA memilih pindah ke lokasi yang ditempatinya hingga sekarang.

Meski berpindah lokasi, pelanggan setianya ternyata tidak ikut berpindah hati.

Banyak pelanggan lama tetap mencari dan datang ke tempat Mak YA untuk mendapatkan jasa cukur yang sudah mereka percaya sejak bertahun-tahun.

Harga Bersahabat, Pelayanan Jadi Andalan

Salah satu daya tarik Mak YA Babershop adalah tarif yang dibuat sederhana dan terjangkau. Ada tiga kategori harga yang diberlakukan.

Untuk anak-anak, tarifnya hanya Rp10.000 per kepala, remaja Rp12.000, sedangkan orang dewasa cukup Rp15.000.

Harga tersebut membuat masyarakat, terutama para orang tua, tidak perlu berpikir panjang untuk membawa anak-anak mereka bercukur.

Namun bukan hanya soal harga. Keramahan dan pelayanan juga menjadi bagian penting dari usaha Mak YA.

Bahkan, bagi pelanggan yang karena kondisi tertentu tidak memungkinkan datang ke tempat pangkas, Mak YA bersedia memberikan pelayanan datang langsung ke rumah pelanggan, tentunya dengan waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Pelayanan seperti ini menjadi salah satu bentuk perhatian yang membuat pelanggan merasa dekat dan nyaman.

Bisa Cukur Lebih dari 20 Kepala Sehari

Dalam kondisi normal, Mak YA bisa melayani lebih dari 20 pelanggan setiap harinya. Jumlah tersebut biasanya meningkat tajam pada momen-momen tertentu, terutama ketika memasuki tahun ajaran baru, usai liburan sekolah, dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Momen tersebut menjadi waktu tersibuk bagi usaha pangkas rambut yang dikelola Mak YA.

Meski demikian, Mak YA tetap mempertahankan suasana kerja yang tenang dan pelayanan yang ramah. Baginya, kepuasan pelanggan adalah bagian penting dalam mempertahankan usaha.

Untuk jadwal libur, Mak YA Babershop biasanya tutup setiap hari Selasa. Namun pada hari tertentu, usaha juga bisa tutup apabila Mak YA harus menyelesaikan pekerjaan lain.

Tak Hanya Pangkas Rambut, Mak YA Juga Bertani

Menariknya, menjadi tukang pangkas rambut bukan satu-satunya aktivitas Mak YA dalam kesehariannya.

Di luar kesibukannya melayani pelanggan, Mak YA juga menggeluti dunia pertanian. Ia memanfaatkan waktunya dengan bercocok tanam berbagai komoditas, seperti ubi, cabai, jagung dan tanaman lainnya.

Dua aktivitas tersebut dijalani dengan penuh ketekunan. Pagi hingga siang melayani pelanggan, sementara waktu lainnya dimanfaatkan untuk mengurus lahan pertanian.

Kisah Mak YA menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah usaha kecil bisa bertahan bukan hanya karena modal dan tempat yang strategis, tetapi juga karena ketekunan, keramahan, kualitas pelayanan, serta kepercayaan pelanggan.

Di tengah menjamurnya usaha barbershop dengan konsep modern, Mak YA Babershop justru menunjukkan bahwa kesederhanaan tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Bukan sekadar memangkas rambut, Mak YA merawat kepercayaan pelanggan—dan kepercayaan itulah yang membuat usaha sederhana ini tetap bertahan hingga hari ini.

Hamdani
Author: Hamdani

Komentar