Pandeglang-Banten-Discoverynews- Kondisi fisik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Surakarta 2 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Banten, yakni menjadi sorotan publik. Gedung sekolah tersebut tampak kusam tak terawat dan terkesan dibiarkan tanpa pemeliharaan yang memadai dari pihak pengelola.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi pada Rabu (9/9/2026), kerusakan paling parah terlihat pada fasilitas Gedung Perpustakaan yang sudah ambruk total hingga tidak dapat lagi digunakan untuk kegiatan belajar. sejumlah area gedung mengalami kerusakan cukup serius, mulai dari pintu mengalami sudah rusak hingga atap plafon keadaan yang bolong serta rapuh.
Kondisi itu memicu reaksi dari pegiat kontrol sosial. Pihaknya menyayangkan ketidaksesuaian antara kondisi Gedung sekolah dengan besarnya anggaran yang dikelola oleh pengelola SDN Surakarta 2
Berdasarkan data pengelolaan anggaran tahun 2024–2025, SDN Surakarta 2 mencatat alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang cukup besar untuk pemeliharaan sarana dan prasarana diantara
Tahun 2024. Alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana mencapai sekitar Rp26 juta,
Tahun 2025. Alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana melonjak hingga kisaran Rp35 juta.
“Sangat disayangkan kondisi sekolah tersebut. Berdasarkan data informasi SDN Surakarta 2 mengalokasikan dana BOS untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana dengan nilai yang cukup besar, dari tahun 2024 dalam data tersebut sekitar Rp.24jt dan Pada tahun 2025 alokasi pemeliharaan mencapai sekitar Rp35 juta, tetapi kondisinya justru seperti itu,” tegas Armin
Ia menilai besarnya anggaran pemeliharaan tersebut sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan. “Realisasi penggunaan dana yang cukup besar untuk perawatan gedung sekolah tersebut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Armin tergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Harimau
Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Sekolah SDN Surakarta 2 belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait kondisi fisik Gedung Sekolah serta realisasi penggunaan dana pemeliharaan tersebut. Upaya konfirmasi dilakukan awak media melalui panggilan telpon WhatsApp kepala sekolah dihubungi beberapa kali belum juga menyambung.














Komentar