Discoverynews.id Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bersama Institut français d’Indonésie (IFI), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, meluncurkan Residensi Rimbaud. Program ini merupakan residensi sastra bilateral resiprokal pertama. antara Prancis dan Indonesia.
Semarang dipilih sebagai kota tuan rumah pertama karena keterkaitannya langsung dengan perjalanan Rimbaud pada tahun 1876, yang mana mengubah warisan sejarah bersama menjadi wadah kontemporer untuk pertukaran sastra.
Bertempat di Kediaman Duta Besar Prancis di Jakarta pada 10 September 2024 yang dihadiri oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, TimorLeste, dan ASEAN, Fabien Penone, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dan penulis sekaligus residen pertama Louis-Philippe Dalembert.
Kehadiran mereka mencerminkan semangat inisiatif ini: menjalin hubungan antara Prancis dan Indonesia melalui sastra sekaligus memperkuat kerjasama antar lembaga, penulis, dan masyarakat setempat.
Adapun program ini dinamai Arthur Rimbaud dengan masa tinggal singkatnya di Jawa Tengah telah menjadi warisan sastra bersama Prancis dan Indonesia, program Residensi Rimbaud bertujuan untuk mengubah memori sejarah ini menjadi program yang dinamis berupa penulisan sastra, pertukaran, dan dialog antara para penulis dan komunitas di kedua negara.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone mengatakan kedua negara telah kerjasama untuk membangun kebudayaan.
“Deklarasi Borobudur menetapkan strategi kebudayaan antara Prancis dan Indonesia, deklarasi ini menunjukan rencana memperkuat perjanjian dua negara” ujar Penone.
Selain itu, Fabien Penone mengatakan program Residensi Rimbaud, untuk memperkuat pertukaran penulis, penerbit, penerjemah, dan pembaca dari kedua negara.
“Kami mendukung kreasi dan penerjemahan, memperkuat pertukaran di antara profesional, dan memfasilitasi peredaran karya, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya. Kami juga membantu penerbit Indonesia melalui program-program Prancis, mendukung penerjemahan dan penerbitan karya-karya Prancis di Indonesia” ujarnya.
Selain itu penulis Louis-Philippe Dalembert mengungkapkan perasaan selama menjalani program tersebut.
“Saya sangat senang bisa berada di Indonesia hari ini, dan berada di sini bersama anda sekalian di Jakarta dan yang terpenting, saya sangat bangga menjadi penulis pertama untuk peluncuran Residensi Rimbaud” ujarnya
Selain itu iya juga mengatakan residensi ini sangat penting karena Arthur Rimbaud tiba hampir tepat 150 tahun yang lalu, pada tahun 1876.
“Residensi yang menyandang nama Rimbaud ini, bagi saya Rimbaud sangat, sangat penting karena saya memulai karier sebagai penulis dan penyair saya membaca Rimbaud” ujarnya
Dikesempatan yang sama Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan residensi ini sangat penting karena menghadirkan pertukaran antar penulis dari kedua negara.
“Residensi Rimbaud ini sangat penting bagi saya karena program ini menghadirkan penulis Prancis ke Semarang untuk tinggal, berkarya, berinteraksi dengan masyarakat, dan meresapi kehidupan kota secara langsung melalui berbagai kegiatan dan informasi” ujarnya.
Ia juga menambahkan penukis lokal dapat kesempatan untuk membwrikan pandanganya di Prancis.
“Pada tahap berikutnya, penulis asal Semarang akan berkesempatan menjalani program residensi di Cité Internationale de la Langue Française di Villers-Cotterêts, Prancis. Pertukaran ini menghadirkan aliran cerita dua arah. Gagasan dan pengalaman dari Prancis akan hadir di Semarang, sementara karya dan pandangan penulis lokal kita akan dibawa ke Prancis” tambahnya.
Sebelumnya program ini dibentuk oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia tersebut resmi diperkenalkan melalui pembukaan pameran “Arthur Rimbaud: A Journey through Java” di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, pada 6–8 Agustus 2026.
Pameran ini digelar bekerja sama dengan Institut français d’Indonésie (IFI), Pemerintah Kota Semarang, Alliance Française Semarang, Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan PT KAI.
Program ini mempertemukan perjalanan sastra resiprokal antar dua negara melalui residensi merupakan satu kesatuan, yang memberikan kesempatan kepada para penulis dari kedua negara untuk merasakan lingkungan sastra dan budaya satu sama lain sambil mengembangkan karya kreatif mereka sendiri. Inisiatif ini dibangun di atas penguatan hubungan budaya Prancis–Indonesia menyusul pengadopsian
Deklarasi Borobudur tentang Strategi Budaya Bersama oleh Presiden Emmanuel Macron dan Prabowo Subianto pada Mei 2025.
Inisiatif ini juga menyusul peluncuran penghargaan sastra Prancis Choix Goncourt Indonesia pada Mei 2026 serta partisipasi tokoh-tokoh sastra Prancis dalam Makassar International Writers Festival 2026, yang semakin memperluas peluang dialog sastra antara kedua negara.
Residensi Rimbaud dirancang sebagai langkah awal menuju program kerja sama sastra jangka panjang.
Kedutaan Besar Prancis bersama IFI berencana mengembangkan program residensi tambahan yang didedikasikan untuk penulisan sastra dan penerjemahan di berbagai wilayah Indonesia sebelum Juni 2027. Edisi-edisi selanjutnya dari program Residensi Rimbaud juga akan diselenggarakan dalam beberapa tahun mendatang.















Komentar