Kupang, DiscoveryNewsId – Semangat gotong royong di pedesaan masih begitu terasa. Hal tersebut ditemui di desa oemolo, masyarakat di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tinis kompak turun tangan membangun pintu gerbang TPU, demi satu tujuan mulia yaitu mempermudah prosesi pengusungan jenazah.

Selama ini, warga menghadapi kesulitan saat ada kedukaan. Karena belum ada pintu akses, peti jenazah harus diestafet melewati atas pagar untuk masuk ke area pemakaman.
Melihat kondisi itu, masyarakat bersepakat bergotong royong. Tanpa menunggu bantuan, mereka patungan tenaga, waktu, dan material untuk membangun gerbang sendiri. Minggu, 13/9/2026.
Aksi sederhana tapi penuh makna ini mendapat apresiasi dari tokoh muda Desa Oemolo, Yudit Sabuna
“Selaku orang muda saya berterima kasih kepada masyarakat desa, secara khusus di lingkungan sekitar TPU Tinis yang mau meluangkan waktu dan tenaga untuk membuat pintu gerbang,” pungkas Yudit.
Menurutnya, pembangunan gerbang ini lebih dari sekadar bangunan fisik. Ini adalah simbol kepedulian dan kebersamaan.
“Ini semangat kebersamaan yang harus kita rawat, apalagi di ruang lingkup bermasyarakat. Semangat seperti ini memang harus terus dilestarikan ke anak cucu,” tegasnya.
Di tengah arus zaman yang serba individualis apa yang dilakukan warga desa Oemolo menjadi pengingat bahwa merawat kampung tidak harus dengan proyek besar. Cukup dengan kepedulian kecil yang dikerjakan bersama-sama.

Kini, akses menuju TPU Tinis lebih mudah. Tidak ada lagi adegan mengangkat peti melewati pagar.
***Red










Komentar