Bekasi Discoverynews.id BINUS University resmi meluncurkan program Global Trade Management (GTM), program ini menjadi bagian dari BINUS Business School Undergraduate Program yang diperkenalkan bertepatan dengan satu dekade BINUS @Bekasi dan menjadi program studi ke-10 yang hadir di kampus tersebut.
Berlangsung di Kampus BINUS @Bekasi pada Rabu 16 September 2026 di Multimedia Galley, program ini dibentuk untuk untuk menjawab perkembangan perdagangan internasional yang semakin kompleks, mulai dari perubahan rantai pasok global, pertumbuhan e-commerce, hilirisasi industri, hingga kebutuhan tenaga profesional yang memahami perdagangan lintas negara.
Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, mengatakan kehadiran GTM menjadi langkah strategis karena sesuai dengan karakter wilayah Bekasi yang memiliki ekosistem industri besar.
“Ini acara istimewa karena di ulang tahun ke-10 BINUS @Bekasi, ini menjadi program ke-10 di BINUS @Bekasi. Bukan program sembarang, program yang keren banget: Manajemen Perdagangan Global,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah Bekasi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembelajaran perdagangan global karena berada dekat dengan kawasan industri dan jalur perdagangan utama
“Program ini menjadi sebuah jawaban dari tantangan yang selama ini ada kalau kita berbicara mengenai perdagangan internasional. Harapannya ini bisa mendidik lebih banyak mahasiswa untuk menjadi tenaga ahli di bidang perdagangan internasional,” lanjutnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia periode Januari-Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai impor tumbuh 19,94 persen menjadi US$163,33 miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$3,70 miliar.
Tempat yang sama, Dekan BINUS Business School Undergraduate Program, Prof Sevenpri Candra, menjelaskan perkembangan perdagangan tersebut menjadi salah satu alasan BINUS menghadirkan program GTM. Menurutnya, kebutuhan industri ke depan tidak hanya membutuhkan kemampuan berdagang, tetapi juga kemampuan mengelola aktivitas perdagangan secara strategis.
“Global Trade Management ini harapannya adalah mengisi bakat-bakat yang dibutuhkan untuk saat ini dan masa depan,” ujarnya.
Selain itu, Ia menjelaskan, program tersebut akan membekali mahasiswa dengan kompetensi di bidang perdagangan e-commerce, logistik digital, pengadaan global, kepabeanan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Dalam proses pembelajaran, GTM menerapkan metode problem-based learning dalam menghadirkan praktisi industri dan studi kasus nyata agar mahasiswa memiliki pengalaman menghadapi persoalan perdagangan global.
“Pembelajaran Global Trade Management ini tidak hanya mendekati pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong pembelajaran berbasis masalah dengan menghadirkan praktisi dan kasus nyata di lapangan. Sehingga lulusannya akan siap bekerja dan berkarier di dunia perdagangan global,” ujarnya.
Fokus Kepada Operasional Perdagangan
Disamping itu, Prof. Sevenpri menyebut GTM memiliki fokus berbeda dibandingkan program bisnis internasional pada umumnya. Jika bisnis internasional lebih banyak membahas strategi makro dan manajemen lintas budaya, GTM lebih cenderung kepada aspek operasional perdagangan.
“Global Trade Management melihat dua hal, yaitu berdagang dan pengelolaan. Jadi bukan hanya berdagang, tetapi bagaimana mengelola dengan kemampuan strategi operasional,” jelasnya.
Menurutnya, posisi BINUS @Bekasi menjadi keunggulan tersendiri karena kampus tersebut berada dekat dengan kawasan industri seperti MM2100, Jababeka, Karawang, serta akses perdagangan melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Melalui program ini, mahasiswa juga akan dibekali kemampuan digital dan pola pikir global untuk menghadapi perubahan industri perdagangan internasional.
“Kita ingin lulusan memiliki keterampilan keras dari kompetensi Global Trade Management, tetapi juga memiliki kemahiran AI digital dan pola pikir global,” ujarnya.










Komentar