Jambi-Discoverynews.id Menjelang musim tanam padi, Kelompok Tani (Poktan) Karya Bakti di Desa Ture, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, mulai melakukan persiapan lahan dengan membersihkan sisa-sisa jerami di areal persawahan, sejak Kamis (18/09/2026). Aktivitas ini menjadi langkah awal para petani sebelum memasuki tahap pengolahan tanah hingga penanaman.
Kondisi cuaca yang masih cenderung panas dan belum turunnya hujan secara merata menjadi perhatian tersendiri bagi para petani, mengingat ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya padi. Para petani pun berharap hujan segera turun sehingga lahan siap diolah dan kebutuhan air terpenuhi.
Ketua Poktan Karya Bakti, A. Rahman, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara bertahap bersama seluruh anggota kelompok. Pembersihan jerami menjadi langkah awal sebelum lahan memasuki tahapan pengolahan dan persiapan menuju musim tanam.
Sementara itu, Kepala Desa Ture, Usman, SH, menyambut baik persiapan yang mulai dilakukan para petani. Pemerintah Desa Ture turut mendukung kegiatan kelompok tani dan berharap seluruh proses musim tanam dapat berjalan lancar serta memberikan hasil yang baik bagi masyarakat.
“Kami tentu mendukung kegiatan para petani dalam menghadapi musim tanam. Mudah-mudahan seluruh proses persiapan hingga penanaman nantinya berjalan lancar dan hasil panen masyarakat Desa Ture semakin baik. Kita juga berharap kondisi cuaca segera mendukung dan hujan bisa turun sehingga kebutuhan air untuk pertanian dapat tercukupi,” ujar Usman.
PPL Desa Ture, Almer Rayanda Akbar, menjelaskan bahwa persiapan musim tanam tidak hanya berhenti pada pembersihan sisa jerami. Setelah lahan dibersihkan, petani akan memasuki sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan tanah, persiapan dan pemilihan benih, persemaian, hingga penanaman.
Menurut Almer, setelah tanaman ditanam, proses berikutnya membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan. Petani perlu memperhatikan pengaturan air, pemupukan, pengendalian gulma, serta pengamatan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT). Setiap tahapan perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lahan agar pertumbuhan padi dapat berlangsung optimal.
“Persiapan dari awal sangat menentukan proses berikutnya. Karena itu, kami mengimbau petani untuk tidak hanya fokus pada saat tanam, tetapi juga memperhatikan setiap tahapan pemeliharaan sampai menjelang panen. Kami dari penyuluh akan terus mendampingi dan memberikan arahan sesuai kondisi tanaman di lapangan,” jelas Almer.
Terkait kondisi cuaca, turunnya hujan sangat diharapkan untuk mendukung persiapan lahan dan tahapan awal budidaya. Namun, pelaksanaan kegiatan tetap perlu menyesuaikan kondisi sawah dan ketersediaan air di lapangan. Almer juga mengingatkan petani agar memperhatikan waktu tanam, kebutuhan air, pemupukan berimbang, serta melakukan pengamatan rutin terhadap kemungkinan serangan hama dan penyakit.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, diharapkan musim tanam kali ini dapat berjalan terencana dari persiapan lahan hingga panen. Harapan para petani sederhana: hujan segera turun, lahan mendapatkan cukup air, dan musim tanam dapat dimulai dengan kondisi yang baik.
Admin















Komentar