Jakarta,Discoverynews.id -Proses pencarian terhadap lima orang jurnalis, dua ABK dan satu guide hilang di Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Penghentian itu dilakukan karena tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu I, yang ditumpangi rombongan.
Gubernur Banten Andra Soni, menjelaskan, bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut.
Selama proses pencarian, tim SAR menemukan 13 objek, seperti life jacket, terpal, helm, hingga galon. Namun objek tersebut tidak mengarah pada kapal Arupadhatu I. kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I,” sehingga proses pencarian dinyatakan dihentikan.
Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB), sebagai wadah insan jurnalis yang di komandoi Wartawan Senior, Andi Mulyati Pananrangi, S.E. bertempat di Pantai Ancol Jakarta Utara pada Jumat 18 September 2026 menggelar acara “Tabur Bunga”, untuk mendoakan 5 Jurnalis dan 3 ABK yang dinyatakan hilang saat melakukan aktivitas jurnalistik di sekitar gunung Anak Krakatau.
Namun demikian, Andi Mulyati Pananrangi, S.E. berharap pencarian terhadap lima jurnalis yang dinyatakan hilang tetap dilakukan, dan tabur bunga serta Doa-doa yang kita lakukan untuk simbol penghargaan atas perjuangan dan pengorbanan rekan-rekan jurnalis serta Menjadi wujud empati dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan, ungkapnya.










Komentar