GARUT Discoverynews.id— Denting semangat dari gelanggang latihan terus menggema. Menjelang keikutsertaannya dalam ajang Garut Open Silat Series (G.O.S.S), Padepokan SMP IT Karangsari terus menggembleng para atletnya. Bukan sekadar mengejar kemenangan, para pesilat muda ditempa untuk memiliki keberanian, ketenangan, kedisiplinan, dan mental baja ketika berhadapan langsung dengan lawan di gelanggang.
Ajang Garut Open Silat Series (G.O.S.S) akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di SOR Adiwijaya, Garut. Turnamen tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi para atlet Padepokan SMP IT Karangsari untuk menguji hasil latihan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.
Persiapan dilakukan secara menyeluruh. Latihan fisik, penguatan teknik, penyusunan strategi, hingga pembentukan mental bertanding terus digenjot. Setiap gerakan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses panjang untuk mempersiapkan para pesilat menghadapi kerasnya persaingan di gelanggang.
Di balik persiapan tersebut, sosok Kang Aden berdiri sebagai salah satu figur penting yang terus membakar semangat anak asuhnya. Ia menyadari bahwa seorang pesilat tidak cukup hanya memiliki teknik yang baik. Ketika kaki menginjak gelanggang dan sorak penonton mulai terdengar, keberanian dan ketenangan menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Kang Aden pun terus menanamkan satu prinsip kepada para atlet: jangan kalah sebelum pertandingan dimulai.
“Saya selalu bilang kepada anak-anak, jangan pernah masuk gelanggang dengan rasa takut. Masuklah dengan keyakinan, keberanian, dan rasa hormat kepada lawan. Kalian sudah berlatih, sudah berproses, dan sekarang waktunya menunjukkan apa yang sudah kalian perjuangkan,” ujar Kang Aden.
Baginya, pertandingan bukan semata-mata persoalan menang atau kalah. Setiap laga adalah ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, menguji mental, serta mengukur sejauh mana seorang pesilat mampu mengendalikan dirinya ketika berada dalam tekanan.
Karena itu, ia meminta para atlet tidak gentar menghadapi siapa pun yang berdiri di seberang gelanggang.
“Jangan pikirkan siapa lawannya. Pikirkan bagaimana kalian bisa memberikan penampilan terbaik. Kalau jatuh, bangkit. Kalau tertekan, tetap tenang. Kalau lelah, ingat kembali untuk apa kalian berlatih,” katanya.
Pesan tersebut terus ditanamkan dalam setiap sesi latihan. Para atlet diarahkan untuk memahami bahwa gelanggang bukan tempat untuk menunjukkan kesombongan, melainkan tempat untuk membuktikan hasil dari proses panjang yang telah mereka jalani.
Keberanian, menurut Kang Aden, bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian adalah kemampuan untuk tetap melangkah meski rasa takut itu hadir.
“Gelanggang adalah tempat untuk menguji keberanian. Jangan takut kalah sebelum bertanding. Kalah atau menang adalah bagian dari proses, tetapi menyerah sebelum berjuang bukan karakter seorang pesilat,” tegasnya.
Semangat bertanding tersebut berjalan beriringan dengan nilai-nilai sportivitas. Para atlet Padepokan SMP IT Karangsari dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi petarung yang tangguh, tetapi juga pesilat yang mampu menghormati lawan, menjunjung tinggi aturan, serta menjaga nama baik padepokan dan sekolah.
“Bawa nama SMP IT Karangsari dengan kepala tegak. Bertanding dengan hati, bergerak dengan teknik, berjuang dengan mental. Kami ingin mereka bukan hanya menjadi atlet yang kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan mental seorang pesilat,” ungkap Kang Aden.
Keikutsertaan Padepokan SMP IT Karangsari dalam G.O.S.S 2–4 Oktober 2026 di SOR Adiwijaya, Garut, menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan atlet. Setiap pertandingan akan menjadi pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan, mengevaluasi kekurangan, dan memperkuat mental para pesilat muda.
Kini, saatnya para pesilat membawa hasil latihan mereka menuju gelanggang.
Di belakang mereka ada doa keluarga. Ada dukungan sekolah. Ada pelatih yang terus berdiri di sisi mereka. Dan ada keluarga besar Padepokan SMP IT Karangsari yang menaruh harapan pada setiap langkah yang mereka ambil.
“Kami tidak menjanjikan semuanya akan mudah. Tetapi kami siap berjuang. Karena bagi seorang pesilat, keberanian untuk melangkah ke gelanggang adalah bagian dari kemenangan atas rasa takut dalam diri sendiri,” pungkas Kang Aden.
2–4 OKTOBER 2026 | SOR ADIWIJAYA, GARUT
Padepokan SMP IT Karangsari siap melangkah ke G.O.S.S.
Bukan sekadar datang untuk bertanding, tetapi datang untuk berjuang.
Menjaga nama baik, menjunjung sportivitas, dan memberikan seluruh kemampuan di atas gelanggang.
Salam olahraga. Salam pesilat.











Komentar