Nias Selatan,DiscoveryNews.id —
Ketika Negara Harus Hadir Sampai ke Lorong Desa, Polisi Didorong Jadi Penjaga Nalar
Di tengah riuhnya persoalan sosial yang kerap meledak dari desa, Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H. mengumpulkan pasukan terdepan-nya. Bukan untuk baris-berbaris, melainkan untuk evaluasi nalar.
Kamis, 24 September 2026. Ruang Anev Polres Nias Selatan dipenuhi para Bhabinkamtibmas. Hadir mendampingi Wakapolres KOMPOL Mahyu Danil Noor, S.Si., Kabag SDM AKP Sahabat Zebua, Kasat Binmas IPDA Emil Yoni Lumban Toruan, S.H., dan Kasi Propam IPTU Bernard Napitupulu, S.H.
Di forum itu, Alfian melempar pesan yang tak bisa ditawar. Bhabinkamtibmas bukan sekadar seragam yang numpang lewat di desa binaan.
“Bhabinkamtibmas harus mampu membaca gelagat. Mendeteksi kerawanan sebelum meledak. Memetakan masalah sebelum jadi perkara,” tegas Alfian.
Ia menekankan, pendekatan represif bukan lagi jawaban. Yang dibutuhkan hari ini adalah kemampuan problem solving. Menyelesaikan konflik dengan keadilan restoratif. Mendamaikan, bukan memenjarakan.
Menurut Alfian, tantangan Bhabinkamtibmas ke depan semakin kompleks. Hoaks, konflik lahan, sengketa keluarga, hingga gesekan politik lokal. Semua bermula dari desa. Jika tidak dikelola dengan empati, ia bisa menjadi bara.
Karena itu, Anev kali ini juga menyentuh hal paling mendasar: integritas, disiplin, netralitas, dan sinergi. Bhabinkamtibmas dituntut solid bersama Forkopimda, TNI, dan tokoh masyarakat.
Pada akhirnya, tugas polisi desa bukan soal absensi. Melainkan soal kehadiran yang bermakna.
Hadir untuk mendengar. Hadir untuk membantu. Hadir untuk menyelesaikan.
Editor : Red.















Komentar