KALBAR | KETAPANG, Discoverynews.id ~ Di tengah kepungan kabut asap yang semakin mencekik, sebuah laporan dari Ibu Kota mengejutkan sekaligus melukai hati warga Kalimantan Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi melaporkan kepada Presiden bahwa kehidupan di Pulau Borneo masih berjalan normal.
Pernyataan ini bagaikan tamparan keras bagi jutaan penduduk yang setiap harinya berjuang melawan sesak napas dan mata perih akibat polusi udara yang ekstrem.
Warga, terutama di wilayah Kalimantan Barat, tak kuasa menyembunyikan kekecewaan mendalam atas apa yang mereka sebut sebagai laporan “Asal Bapak Senang”.
Mereka merasa kenyataan pahit di lapangan telah direduksi secara drastis demi menyajikan narasi keberhasilan yang semu ke pemerintah pusat.
Kondisi sebenarnya sangat jauh dari kata normal, terutama memasuki siang hari, di mana pemandangan menjadi gelap gulita oleh partikel beracun.
Tepat pukul 14:34 WIB, pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap bukannya menipis, melainkan justru semakin tebal, pekat, dan berada pada level berbahaya bagi kesehatan manusia.
Matahari pun kesulitan menembus lapisan emisi karbondioksida dan PM 2,5 yang melayang rendah di atas permukiman penduduk, menciptakan atmosfer yang apokaliptik.
Menghadapi ancaman yang semakin nyata ini, otoritas setempat di Kabupaten Ketapang mengeluarkan imbauan darurat agar seluruh warga tanpa terkecuali menggunakan masker.
Penggunaan alat pelindung pernapasan ini kini diwajibkan, baik saat warga berada di luar ruangan maupun ketika mereka mencoba berlindung di dalam rumah yang juga tak luput dari infiltrasi asap.
(Tim/Ref)
















Komentar