Pandeglang-Discoverynews.id- Sejumlah elemen masyarakat mengapresiasi program revitalisasi dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang menyasar sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Sukaresmi dan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPAC LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) Kecamatan Sukaresmi, Jejen Jaenudin, bersama sejumlah elemen masyarakat, Jumat (25/9/2026).
Sejumlah sekolah yang menjadi penerima program di antaranya SDN Pasirkadu 1, SDN Turus 2, SDN Turus 4, SDN Sidamukti 4, serta SDN Sukaresmi 1.
Jejen mengatakan, revitalisasi sarana pendidikan tidak semestinya dipandang sebatas pembangunan fisik. Menurut dia, penyediaan ruang belajar yang layak merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia.
“Sekolah bukan sekadar tempat berdirinya ruang kelas. Di sanalah masa depan manusia sedang dibentuk. Karena itu, revitalisasi pendidikan harus dipandang sebagai investasi peradaban, bukan sekadar pembangunan infrastruktur,” ujar Jejen.
Ia menilai, fasilitas pendidikan yang memadai memiliki keterkaitan dengan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menunjang proses pembelajaran.
“Ketika negara memperbaiki ruang belajar, sesungguhnya negara sedang memperkuat salah satu fondasi masa depannya. Anak-anak hari ini adalah manusia yang kelak menentukan arah masyarakat,” katanya.
Senada, Armin, yang juga bergabung dalam Ormas Gaib 212, mengapresiasi perhatian terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami melihat program ini sebagai langkah positif. Pendidikan membutuhkan ruang yang layak, sebab kualitas pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari lingkungan tempat anak-anak menuntut ilmu,” tutur Armin.
Menurut dia, masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan peserta didik dan masyarakat.
Sementara itu, Ramdan mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tidak seharusnya berhenti pada berdirinya bangunan baru. Ketersediaan infrastruktur, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan fasilitas, peningkatan mutu pembelajaran, serta keterlibatan masyarakat.
“Bangunan adalah wadah, sedangkan pendidikan adalah ruhnya. Keduanya harus berjalan bersama agar setiap bantuan tidak berhenti sebagai proyek fisik, tetapi menjadi manfaat yang berkelanjutan,” ujar Ramdan.
Jejen menegaskan, LSM Harimau bersama elemen masyarakat akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan sektor pendidikan di Sukaresmi dan wilayah sekitarnya.
Ia berpandangan, pembangunan sekolah memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Sekolah merupakan ruang sosial tempat pengetahuan, karakter, dan masa depan generasi dibentuk.
“Dalam perspektif hukum dan kepentingan publik, pembangunan yang baik bukan hanya yang selesai secara administratif, melainkan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata bangunan yang berdiri, tetapi masa depan yang mampu dibangun melalui bangunan tersebut,” pungkas Jejen.















Komentar