PONTIANAK, Discoverynews.id ~ Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak menggelar operasi razia gabungan dan penggeledahan insidental secara mendadak di area blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Selasa malam, 22 September 2026.
Langkah tegas ini diambil sebagai upaya nyata pihak pengelola rutan bersama apparat penegak hukum untuk memastikan lingkungan lembaga pemasyarakatan tetap bersih, aman, serta terbebas dari segala bentuk peredaran barang-barang terlarang.
Dalam pelaksanaan operasi penggeledahan mendadak tersebut, petugas gabungan menyisir setiap sudut kamar hunian para tahanan untuk mendeteksi potensi adanya pelanggaran.
Selain melakukan pemeriksaan fisik pada ruangan dan tempat penyimpanan, sebanyak 60 sampel urine warga binaan diambil secara acak guna dilakukan tes pemeriksaan penyalahgunaan zat terlarang secara langsung di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan medis terhadap puluhan sampel urine tersebut mengejutkan sekaligus melegakan para petugas yang terlibat dalam penertiban.
Dari total 60 warga binaan yang menjalani tes urine mendadak, seluruhnya secara konsisten dinyatakan negatif narkoba, yang mengindikasikan tidak adanya konsumsi zat adiktif di antara sampel penghuni yang diperiksa pada malam itu.
Meski seluruh tes urine menunjukkan hasil bebas dari kontaminasi narkotika, para petugas gabungan tetap berhasil menemukan sejumlah barang terlarang yang disimpan diam-diam di dalam kamar hunian.
Dalam razia mendadak tersebut, sejumlah telepon genggam (HP) hingga korek api serta benda-benda terlarang lainnya berhasil ditemukan dan langsung disita oleh pihak berwenang.
Penemuan barang-barang terlarang seperti unit ponsel dan korek api menunjukkan masih adanya celah penyelundupan barang yang diupayakan oleh oknum penghuni rutan.
Barang bukti hasil sitaan tersebut selanjutnya dihimpun, didata, dan langsung dimusnahkan sesuai dengan prosedur tata tertib keamanan yang berlaku di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Pihak Rutan Kelas IIA Pontianak menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan penggeledahan insidental ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan rutan yang bersih dari narkoba, HP, dan pungli (Zero Halinar).
Sinergi bersama instansi penegak hukum luar, seperti TNI dan Polri, akan terus diperkuat agar pengawasan di dalam lingkungan rutan berjalan semakin optimal dan ketat.
Melalui langkah pencegahan dan penindakan yang konsisten ini, Rutan Pontianak berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif, aman, serta steril dari segala gangguan keamanan.
Pengawasan serta razia mendadak semacam ini dipastikan akan terus digelar secara berkala guna memastikan tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum di dalam rutan.
(Tim/Red)










Komentar