oleh

Cahaya Pertama Setelah Tiga Bulan di Kepung Asap: Guyuran Hujan Mulai Pudarkan Kabut Asap di Kalimantan Barat

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Setelah berbulan-bulan terperangkap dalam kepungan kabut asap tebal, napas lega akhirnya mulai dirasakan oleh masyarakat di kawasan Kalimantan Barat.

Guyuran hujan yang turun di beberapa wilayah Pontianak dan sekitarnya menjadi oase penyejuk yang sangat dinantikan setelah periode kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang intensif.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Perubahan cuaca ini membawa angin segar sekaligus secercah harapan bagi pemulihan kualitas udara di Bumi Khatulistiwa.

Berdasarkan pemantauan sepanjang rentang tanggal 25 hingga 27 September 2026, jumlah hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi tercatat mengalami penurunan signifikan hingga kini menyisakan 20 titik saja.

Titik-titik api yang tersisa tersebut saat ini masih terkonsentrasi di beberapa titik rawan, terutama di wilayah Kabupaten Ketapang dan Sintang.

Penurunan jumlah titik panas yang drastis ini menjadi sinyal positif bahwa situasi karhutla di Kalimantan Barat mulai menunjukkan perkembangan yang membaik secara bertahap.  

Seiring dengan meredanya titik api dan turunnya hujan, kualitas udara serta jarak pandang di berbagai daerah mulai membaik cukup nyata.

Di Kabupaten Sambas, jarak pandang dilaporkan telah meningkat melebihi 5 kilometer. Sementara itu, wilayah Kota Pontianak berada pada kisaran 2 hingga 5 kilometer, dan wilayah Ketapang yang masih terus dipantau intensif memiliki jarak pandang sekitar 1 hingga 2 kilometer.  

Momen kembalinya sinar matahari disambut dengan penuh rasa haru, tim mewancarainya, seorang warga Kota Pontianak, Lukman mengungkapkan bahwa baru pada Minggu pagi (27/9/2026) melihat kota pontianak dengan jelas walau masih ada sedikit kabut asap menipis dilangit.

Warga akhirnya kembali menyaksikan pancaran sinar matahari setelah kurang lebih tiga bulan terhalang jelaga. Meski lapisan asap tipis masih terlihat melayang di langit, kondisi tersebut dirasakan jauh lebih ringan dan memberikan optimisme baru bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Walaupun indikator lingkungan menunjukkan arah perbaikan, upaya penanggulangan karhutla tidak lantas dikendurkan. Petugas gabungan dari Satgas Darat dan Satgas Udara terus bersiaga penuh serta bergerak aktif di lapangan untuk menuntaskan sisa-sisa kebakaran.

Patroli helikopter juga masih terus diarahkan secara intensif ke kawasan-kawasan yang tergolong rawan, khususnya di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.  

Kondisi atmosfer saat ini juga didukung oleh peningkatan pertumbuhan awan penghujan yang mulai merata di langit Kalimantan.

Fenomena alam ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman alami serta membantu tim satgas dalam menundukkan seluruh titik api yang masih tersisa di area-area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.  

Seluruh lapisan masyarakat kini menyatukan harapan agar kondisi udara di Kalimantan Barat dapat terus membaik secara berkelanjutan.

Dengan meredanya kabut asap dan pulihnya kualitas udara, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas harian warga diharapkan bisa segera kembali berjalan normal seperti sediakala.

(Tim/Red)

Dukungan Sponsor

Dukung Jurnalisme Independen Discovery News

Bantu kami terus menyajikan berita akurat, mendalam, dan terpercaya untuk masyarakat. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kelangsungan media kami.

☕ Dukung Sekarang

Komentar