Maluku,Discoverynews.id-Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan kerja sama penangkapan ikan melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Langkah ini dinilai menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan di wilayah Timur Indonesia, khususnya Provinsi Maluku. 24 September 2026.
Kegiatan peluncuran ini dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, serta Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat. Turut hadir Perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, DPRD Kota Tual, pimpinan OPD lingkup Pemprov dan Pemkab,Pemkot, manajemen PT. Samudera Indo Sejahtera (SIS), mitra kerja sama asal Tiongkok, Tokoh Adat Raja Dullah dan Raja Tual, serta para pelaku usaha perikanan dan nelayan setempat.
Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penangkapan ikan semata, melainkan terus berlanjut hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran.
Sumber daya ikan di wilayah ini sangat melimpah. Potensi laut Maluku harus dikelola dengan nilai tambah yang lebih besar. Bukan hanya ikan ditangkap lalu dibawa keluar daerah, tetapi hasil tangkapan harus didaratkan, diolah, dan dikembangkan menjadi industri perikanan yang tumbuh di Maluku, tegas Trenggono.
Kerja sama ini dirancang dengan pola terintegrasi, di mana investasi yang masuk diharapkan dapat melahirkan lapangan pekerjaan baru, menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir, dan meningkatkan nilai tambah hasil laut. Pemerintah menaruh harapan besar agar kerja sama RI-Tiongkok yang berpusat di Kota Tual ini mampu memperkuat industri pengolahan ikan, membuka peluang kerja yang lebih luas, dan mengubah kekayaan laut menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi masyarakat Maluku.
Bukan sekadar menangkap ikan, tetapi membangun industri perikanan dari laut hingga menjadi kekuatan ekonomi daerah, ujar Trenggono.










Komentar