KALBAR | SAMBAS, Discoverynews.id ~ Pagi yang seharusnya berjalan dengan rutinitas biasa di Dusun Nahoda, Desa Kuala, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, mendadak berubah menjadi sebuah lembaran duka yang sangat kelam dan penuh tanya.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, sekitar pukul 06.00 WIB, keheningan rumah kediaman korban pecah oleh isak tangis histeris dua anak yang mendapati ibu kandung mereka terbujur kaku di dalam kamar.
Sang ibu berinisial L, seorang perempuan berusia 37 tahun, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuh yang mengenaskan dan dipenuhi luka misterius.
Penemuan tragis ini sontak membuat warga sekitar berhamburan mendatangi lokasi, terkejut sekaligus ngeri menyaksikan pemandangan yang menyayat hati di balik pintu kamar tersebut.
Dua buah hati korban, masing-masing berinisial V yang berusia 17 tahun dan R yang baru menginjak usia 11 tahun, menjadi saksi mata pertama yang paling terpukul atas tragedi mengerikan ini.
Menyadari kondisi sang ibu yang tidak lagi bernyawa dan berlumuran darah, kedua anak malang tersebut segera mencari pertolongan kepada para tetangga sekitar.
Kabar penemuan jenazah dengan luka-luka tidak wajar ini dengan cepat menyebar luas dan langsung diteruskan kepada pihak berwajib.
Tak berselang lama, jajaran kepolisian dari Polsek Selakau bersama tim identifikasi langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara untuk mengamankan lokasi dan memasang garis polisi demi kepentingan penyidikan.
Suasana di sekitar lokasi kejadian tampak dipadati oleh warga yang berkerumun, dipenuhi rasa penasaran sekaligus ketakutan atas apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tersebut.
Berdasarkan serangkaian olah tempat kejadian perkara awal dan temuan di lapangan, bayang-bayang kecurigaan langsung mengarah kepada sosok yang seharusnya menjadi pelindung di dalam keluarga.
Desas-desas dan kecurigaan kuat dari warga serta pihak penyidik mulai mengerucut pada sang suami korban yang diduga kuat sebagai pelaku utama di balik kematian tragis perempuan tersebut.
Keberadaan suami korban yang dikabarkan tidak terlihat pasca-kejadian semakin memperkuat dugaan keterlibatannya dalam aksi kekerasan berdarah ini.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo melalui Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Suwandi dengan tegas membenarkan adanya laporan penemuan mayat perempuan yang menghebohkan warga Kecamatan Selakau ini.
Dalam keterangannya kepada awak media, AKP Suwandi menyatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak responsif begitu menerima laporan dari masyarakat setempat.
Petugas langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh, mengamankan berbagai barang bukti yang tertinggal di dalam kamar, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci termasuk kedua anak korban dan tetangga sekitar.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa saat ini penanganan kasus tersebut sedang berjalan secara intensif untuk mengungkap tabir gelap di balik kematian korban L.
Tim penyidik Satreskrim Polres Sambas bersama polsek setempat tengah mendalami setiap petunjuk, jejak, serta motif yang melatarbelakangi insiden berdarah tersebut.
Fokus utama aparat penegak hukum saat ini adalah merangkkai kronologi kejadian secara utuh dan melacak keberadaan terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi oleh petugas kepolisian guna proses penangkapan lebih lanjut.
Tragedi kemanusiaan ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama kedua anak korban yang harus menyaksikan langsung pemandangan mengerikan di usia yang masih belia.
Peristiwa ini juga kembali membuka percintaan publik tentang pentingnya penanganan dini terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga yang kerap berujung pada hilangnya nyawa secara sia-sia.
Masyarakat di Kabupaten Sambas kini hanya bisa menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian agar kasus ini dapat segera terungkap secara tuntas dan pelaku mendapatkan ganjaran setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kini, seluruh mata masyarakat tertuju pada langkah cepat aparat penegak hukum dalam memburu dan meringkus terduga pelaku yang tak lain adalah suami korban sendiri.
Penyelidikan yang mendalam ini diharapkan mampu membuka seterang-terangnya misteri di balik bilik kamar Dusun Nahoda, sekaligus memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi almarhumah L dan anak-anaknya yang kini yatim piatu dalam sekejap akibat rantai kekerasan yang merenggut nyawa ibu mereka.
(Tim/Red)
















Komentar