MAMUJU, Discoverynews.id – Sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Barat dalam beberapa hari terakhir terlihat diselimuti asap tebal. Salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami kondisi tersebut berada di Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).
Kemunculan asap tebal tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama menyangkut sumber asap, kemungkinan adanya titik api, serta dampaknya terhadap kualitas udara dan aktivitas warga di sekitar lokasi.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, meminta informasi tersebut segera ditindaklanjuti melalui verifikasi dan asesmen di lapangan.
Yasir menegaskan, munculnya asap tebal belum dapat langsung disimpulkan sebagai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurutnya, diperlukan pengecekan untuk memastikan sumber asap, keberadaan titik api, luas area terdampak hingga kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
“Informasi asap tebal di Pangale Mateng perlu segera mendapatkan perhatian dan verifikasi lapangan. Belum dapat langsung disimpulkan sebagai kejadian Karhutla sebelum dilakukan pengecekan terhadap sumber asap, keberadaan titik api, luas area terdampak, serta kondisi di sekitar lokasi,” ujar Muhammad Yasir Fattah, Selasa (6/10/2026).
Sebagai langkah awal, BPBD Provinsi Sulawesi Barat telah merekomendasikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan perangkat terkait untuk melakukan asesmen cepat di lapangan.
Asesmen tersebut diperlukan untuk memastikan sumber asap secara pasti, mengidentifikasi kemungkinan adanya titik api, mengetahui arah dan sebaran asap, sekaligus menilai potensi dampaknya terhadap permukiman maupun aktivitas masyarakat.
Yasir mengatakan, proses verifikasi menjadi penting agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Langkah tersebut juga diperlukan untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat terkait penyebab asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
“Sebagai langkah awal, kami merekomendasikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan perangkat terkait untuk melakukan asesmen cepat di lapangan,” jelasnya.
“Saat ini asesmen diarahkan untuk memastikan sumber asap, mengidentifikasi kemungkinan adanya titik api, mengetahui arah dan sebaran asap, serta menilai potensi dampaknya terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Selain melakukan pemantauan, BPBD Sulbar juga mengimbau masyarakat di Pangale dan wilayah sekitarnya agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun sumber asap yang mencurigakan kepada aparat atau BPBD terdekat. Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi asap meningkat dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
“Jika konsentrasi asap meningkat, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan segera melapor jika menemukan titik api atau sumber asap yang mencurigakan kepada aparat atau BPBD terdekat,” pungkas Yasir.
BPBD Sulawesi Barat memastikan pemantauan terhadap kondisi asap di sejumlah wilayah Sulbar, termasuk Mamuju dan Mamuju Tengah, terus dilakukan. Hasil asesmen lapangan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai sumber asap dan langkah penanganan yang diperlukan.















Komentar