CIANJUR, DiscoveryNews.id – Fakta mengejutkan terungkap di Kabupaten Cianjur. Ratusan operasional judi online (judol) diduga masih bebas beroperasi dan dikendalikan oleh seorang bandar asal Cina.
Fakta tersebut terungkap dari pengakuan seorang korban yang baru saja pulang dari Kamboja. Kepada http://DiscoveryNews.id, korban yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengaku menjadi saksi bagaimana jaringan tersebut bekerja di Cianjur.
Menurut pengakuannya, jaringan judol tersebut tidak main-main. Mereka membuka tempat operasional di dua lokasi berbeda di Cianjur. Salah satunya berada di sebuah vila.
“Di Cianjur dua buka tempat tapi saya tidak tau. Cuma saya datang ke vila oleh seorang Cina itu juga dibikin dua tempat. Jujur saya pulang dari Kamboja,” ujar korban kepada http://DiscoveryNews.id dengan nada trauma.
Pengakuan ini menguatkan dugaan bahwa Cianjur bukan hanya menjadi target pasar judol, melainkan diduga menjadi salah satu basis operasionalnya. Ratusan situs atau host judol diduga digerakkan dari vila-vila yang disewa bandar tersebut untuk mengelabui aparat.
Korban mengaku dirinya awalnya dibawa oleh WNA Cina tersebut dengan iming-iming pekerjaan di Kamboja. Setelah pulang ke Cianjur dengan kondisi trauma, ia kaget ternyata jaringan yang sama juga membuka cabang di kampung halamannya sendiri.
Modus Vila Jadi Markas Judol
Modus operandi bandar Cina ini terbilang licik. Dengan menyewa vila dan rumah mewah di kawasan sejuk Cianjur, mereka menjalankan operasional judol secara tertutup. Dari dalam vila, ratusan akun judol diduga dioperatori oleh para pekerja yang sebagian besar direkrut dari korban-korban TPPO Kamboja.
Selama ini, warga sekitar hanya mengira vila tersebut adalah tempat liburan biasa. Padahal di dalamnya diduga menjadi pusat kendali judi online yang omzetnya miliaran rupiah.
Warga Desak Polisi Bongkar
Mendengar pengakuan korban tersebut, warga Cianjur geram. Mereka mendesak Polres Cianjur dan Polda Jabar untuk segera melakukan penyelidikan mendalam dan menggerebek dua lokasi yang disebutkan korban tersebut.
“Kalau benar ada ratusan judol yang digerakkan bandar Cina di Cianjur dan buka di dua tempat, ini sudah darurat. Jangan sampai Cianjur jadi sarang judol. Kami minta Polisi segera bongkar,” tegas salah seorang tokoh warga.
Hingga berita ini diturunkan, http://DiscoveryNews.id masih berupaya mengkonfirmasi pihak kepolisian terkait adanya dugaan markas judol di vila yang digerakkan oleh bandar Cina tersebut. Termasuk menelusuri keberadaan dua lokasi yang disebutkan korban.
Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa bahaya judi online jaringan internasional sudah masuk hingga ke pelosok Cianjur. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diminta tidak tutup mata.
Jangan biarkan Cianjur menjadi surga bagi bandar judol asal Cianjur
















Komentar