KALBAR KUBU RAYA,Discoverynews.id ~ Melalui dorongan yang makin kuat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini diproyeksikan tidak sekadar menjadi lembaga keuangan desa biasa, melainkan bertransformasi menjadi wadah utama penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah sekaligus motor penggerak perekonomian daerah.
Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu menjangkau para pelaku usaha lokal yang selama ini kesulitan mengakses pendampingan bisnis maupun modal usaha, sehingga tercipta ekosistem ekonomi inklusif yang berakar kuat di tiap desa dan kelurahan.
Penguatan komitmen tersebut ditegaskan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, saat membuka secara resmi Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan KDKMP Angkatan I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Balai Diklat Keuangan Pontianak pada Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam suasana yang penuh optimisme, jajaran pemerintah daerah bersama para pengurus koperasi berkumpul untuk menyamakan visi dalam mengelola potensi ekonomi daerah yang melimpah. Pelatihan ini menjadi momentum krusial untuk melatih kepekaan para pengelola koperasi dalam melihat peluang pasar yang kian dinamis di tengah arus modernisasi.
Dalam arahannya, Yusran Anizam menekankan pentingnya tata kelola bisnis yang profesional dan transparan agar KDKMP mampu menjadi benteng ekonomi yang tangguh dan dipercaya oleh masyarakat luas. Penguatan kapasitas SDM menjadi prioritas utama karena keberhasilan koperasi sangat bergantung pada keahlian pengelolanya dalam mengatur arus kas, merancang strategi pemasaran, hingga memetakan risiko bisnis.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis bahwa dengan manajemen keuangan yang sehat, koperasi desa ini sanggup menaikkan kelas para pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing hingga ke tingkat nasional.
Langkah ini juga menjadi bagian dari navigasi jangka panjang Kubu Raya dalam mengintegrasikan potensi sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal ke dalam satu rantai pasok yang terorganisir melalui wadah koperasi.
Dengan keterlibatan aktif KDKMP sebagai penghubung dan fasilitator, para pengrajin dan petani desa kini memiliki jalur yang lebih pasti untuk memasarkan produk unggulan mereka tanpa harus tergerus oleh perantara yang merugikan. Pemerintah daerah terus berkomitmen mendampingi proses transformasi ini agar setiap unit usaha di desa memiliki daya tahan tinggi dan daya saing yang berkelanjutan.
Pelaksanaan pelatihan angkatan pertama ini menandai awal dari gelombang pembinaan berkelanjutan yang akan menjangkau seluruh wilayah Kubu Raya sepanjang tahun anggaran 2026.
Sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah, pengurus koperasi, dan para pelaku usaha kecil diyakini akan menjadi kunci utama dalam membuka lapangan kerja baru serta menekan angka kemiskinan di daerah. Melalui semangat gotong royong yang diusung oleh KDKMP, Kabupaten Kubu Raya optimistis mampu mengukir babak baru pertumbuhan ekonomi berbasis desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.
(Sony Afrizal)
















Komentar