oleh

Alokasi Dana RP. 157 M untuk Proyek Patung Kristus Memberkati di Semau Tuai Pro-Kontra, IKIF: “Kebutuhan Dasar Warga Belum Terpenuhi”

Kupang, DiscoveryNewsId_Pembangunan Patung Kristus Memberkati di Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dengan anggaran Rp157 miliar menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Ketua Pelaksana Bidang Aksi dan Partisipasi Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Yasmin Utan, mengkritik prioritas pembangunan tersebut.

Menurut Yasmin, pemerintah daerah dinilai lebih mengutamakan proyek pembangunan patung ketimbang kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Kupang yang masih belum terpenuhi.

“Kebutuhan masyarakat Kabupaten Kupang saja belum terpenuhi, tapi pemerintah daerah lebih mengutamakan pembangunan patung yang memakan dana Rp157 miliar itu,” kata Yasmin kepada media, Jumat (16/10/2026).

Pro dan kontra pun menguat di media sosial. Warga yang pro menilai patung tersebut akan menjadi destinasi wisata baru yang dapat mendongkrak ekonomi lokal.

Sementara warga yang kontra mempertanyakan urgensi proyek tersebut. Berdasarkan data BPS 2025, tercatat 70.990 jiwa di Kabupaten Kupang masih dalam kategori miskin, 25.811 rumah tidak layak huni, dan 16.853 anak tidak sekolah. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di NTT.

“Ini miris sekali. Kebutuhan dasar masyarakat tidak menjadi prioritas, malah menggelontorkan dana sebanyak itu ke satu program yang belum jelas kajiannya,” ujar Yasmin.

Ia menambahkan, Kabupaten Kupang memiliki wilayah yang sangat luas dengan 24 kecamatan dan 167 desa, namun rata-rata kebutuhan dasarnya belum terpenuhi. Salah satunya infrastruktur jalan yang masih sangat memprihatinkan, padahal jalan merupakan urat nadi mobilitas hasil bumi dan ternak yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Masyarakat Kabupaten Kupang tidak butuh pariwisata patung untuk mendongkrak kehidupan ekonomi mereka. Tapi yang mereka butuhkan itu infrastruktur jalan dan juga pendidikan,” ucapnya.

Yasmin juga menyoroti peran DPRD Kabupaten Kupang yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Gulung Jaringan Emas Ilegal dan Menyita 3,4 Kg Logam Mulia Amankan 13 Pelaku dan Sita Mesin

“Teruntuk Ketua DPRD dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kupang, lebih bagus kalian mundur saja. Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat, kalian tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Harusnya DPRD lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Tapi saat rapat mereka tidur, mereka juga tuli, mereka juga buta sehingga fungsi _check and balance_ tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia menduga ada motif lain di balik narasi pariwisata tersebut.

“Saya menduga bahwa narasi yang mereka bangun soal pariwisata Patung Kristus Memberkati bukan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, namun akan menambah aset serta kekayaan segelintir orang di sekitar mereka,” kecam Yasmin.

Di akhir pernyataannya, Yasmin meminta Pemerintah Kabupaten Kupang tidak diam dan harus transparan kepada publik.

“Menyikapi perdebatan masyarakat di media sosial, saya meminta Pemerintah Kabupaten Kupang memberikan informasi yang relevan mengenai perencanaan, rincian anggaran, kajian kelayakan program, serta target manfaat pembangunan. Juga menjelaskan perbandingan proyek patung ini dengan kebutuhan dasar masyarakat dan alternatif penggunaan dana tersebut,” pungkasnya.

***Yekho/Red

Risal Boimau
Author: Risal Boimau