oleh

Bentrokan Kokolijia vs Rajawali Kembali Memanas, Warga Makassar Ketakutan

Makassar,Discoverynews.id – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar kembali menjadi perhatian setelah bentrokan antarkelompok warga yang disebut melibatkan kelompok Kokolijia dan Rajawali dilaporkan kembali pecah pada Minggu dini hari, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 00.30 WITA.

 

Peristiwa yang terjadi di tengah suasana malam tersebut sontak menggegerkan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian. Ketegangan yang sebelumnya dilaporkan telah mereda kembali meningkat setelah kedua kelompok terlibat aksi saling serang, sehingga menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan yang lebih besar.

 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari warga sekitar, bentrokan berlangsung secara tiba-tiba. Suara teriakan, keributan, serta aktivitas saling serang antarkelompok memecah keheningan dini hari. Sejumlah warga yang sebelumnya sedang beristirahat mengaku terbangun setelah mendengar suara gaduh dari arah lokasi pertikaian.

 

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tinggal tidak jauh dari titik bentrokan memilih menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah masing-masing. Bahkan, sebagian warga langsung menutup dan mengunci pintu rumah karena khawatir aksi saling serang meluas hingga ke kawasan permukiman.

 

Situasi semakin menegangkan setelah muncul laporan mengenai adanya lemparan batu dan benda tumpul yang diduga digunakan oleh kedua kelompok saat bentrokan berlangsung. Aksi tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, terutama warga yang memiliki anak kecil dan anggota keluarga lanjut usia.

 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa keributan terjadi begitu cepat. Menurutnya, warga tidak menyangka bentrokan kembali terjadi pada saat sebagian besar masyarakat sedang tertidur.

 

“Memanas lagi sekitar jam 12 lewat. Tiba-tiba ribut, teriak-teriak, saling serang. Warga di sini semua takut keluar rumah,” ungkap warga tersebut.

 

Ia menuturkan bahwa masyarakat hanya bisa memantau situasi dari dalam rumah sambil berharap pertikaian segera berakhir. Warga juga khawatir menjadi korban salah sasaran apabila nekat keluar ketika bentrokan masih berlangsung.

 

Kejadian ini kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, bentrokan antarkelompok tidak hanya mengganggu ketenteraman lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga yang sama sekali tidak terlibat dalam perselisihan.

 

Sejumlah warga berharap agar persoalan yang menjadi pemicu pertikaian dapat segera diselesaikan secara menyeluruh. Mereka menginginkan adanya langkah nyata dari pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar bersama personel Polsek setempat dilaporkan telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

 

Kehadiran aparat keamanan bertujuan untuk meredam ketegangan, memisahkan kelompok yang bertikai, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi dapat kembali menjalankan aktivitas tanpa dihantui rasa takut.

 

Petugas juga dilaporkan melakukan penjagaan di sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi lokasi berkumpulnya kelompok warga. Langkah pengamanan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar pertikaian tidak kembali pecah maupun meluas ke kawasan permukiman lainnya.

 

Selain melakukan penjagaan, aparat keamanan diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu bentrokan, termasuk kemungkinan adanya persoalan lama yang belum terselesaikan di antara kedua kelompok.

Baca Juga  Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Tutup Pintu Rapat untuk GRIB: Tidak Ada Ruang Bagi Ormas Yang Suka Buat Keributan

 

Penanganan secara menyeluruh dinilai penting agar konflik tidak hanya berhenti sementara, tetapi benar-benar dapat diselesaikan melalui pendekatan hukum, komunikasi, dan keterlibatan tokoh masyarakat setempat.

 

Pihak kepolisian juga dilaporkan mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh tindakan maupun informasi provokatif yang berpotensi memperkeruh keadaan.

 

Masyarakat diminta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang dapat memicu kemarahan ataupun memperbesar ketegangan di antara kelompok warga.

 

Warga yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau potensi pergerakan kelompok yang hendak melakukan penyerangan kembali diharapkan segera melaporkannya kepada aparat keamanan agar dapat ditindaklanjuti.

 

Hingga laporan awal ini disusun, belum diperoleh informasi resmi mengenai adanya korban jiwa maupun korban luka akibat bentrokan tersebut. Jumlah orang yang terlibat, kemungkinan kerusakan fasilitas, serta penyebab pasti terjadinya pertikaian juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Belum ada pula keterangan resmi yang memastikan apakah bentrokan kali ini berkaitan langsung dengan perselisihan sebelumnya atau dipicu oleh persoalan baru yang berkembang di antara kedua kelompok.

 

Meski demikian, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan yang memiliki riwayat ketegangan antarkelompok warga.

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak terkait dapat duduk bersama mencari solusi yang berkelanjutan guna mencegah terulangnya aksi kekerasan.

 

Warga juga menginginkan peningkatan patroli keamanan, khususnya pada malam hingga dini hari, yang dinilai sebagai waktu rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

 

Selain langkah pengamanan, upaya perdamaian dan komunikasi antarkelompok dinilai perlu terus didorong agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan dan menimbulkan korban di kemudian hari.

 

Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai serta menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima, situasi di sekitar lokasi bentrokan dilaporkan telah kembali kondusif. Kendati demikian, aparat keamanan disebut masih melakukan pemantauan dan penjagaan guna memastikan tidak ada lagi aksi saling serang dari kedua kelompok.

 

Warga berharap kondisi aman tersebut dapat terus dipertahankan, sehingga masyarakat tidak lagi harus hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat bentrokan yang berulang.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian serius terhadap pentingnya langkah pencegahan, penegakan hukum, serta penyelesaian konflik secara menyeluruh demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kota Makassar.

 

redaksi Discoverynews.id: Naskah ini dikembangkan berdasarkan informasi awal yang diberikan. Keterangan mengenai keterlibatan kelompok, pengerahan aparat, korban, dan kondisi terakhir di lapangan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian sebelum dipublikasikan.