oleh

Masuk desil 1 DTSEN, janda dengan tiga anak usia sekolah di Koto Baru Koto Berapak butuh perhatian

Pesisir Selatan,Sumbar, Discoverynews.id – Nasib DY (43Th)seorang ibu di Nagari Koto Baru Koto Berapak Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi perhatian. Setelah suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan, ia kini harus berjuang sendiri menghidupi dan membesarkan tiga orang anak yang seluruhnya masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD).

Di tengah tanggung jawab sebagai orang tua sekaligus tulang punggung keluarga, perempuan tersebut mengaku belum menerima sejumlah bantuan sosial dari pemerintah, meskipun kondisi ekonominya membutuhkan perhatian.

Berdasarkan hasil penelusuran pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 4 Tahun 2026, keluarga tersebut tercatat berada pada desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Namun, pada daftar bantuan sosial yang ditampilkan, status bantuan Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan permakanan, bantuan yatim piatu, serta Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tercatat tidak menerima.

Sementara itu, untuk program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), tercatat berstatus menerima dengan periode September 2026.

Saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp(6/11/2026), perempuan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya pernah mempertanyakan kepada pihak pemerintah nagari mengenai alasan belum menerima bantuan sosial.

Menurut penuturannya, saat itu pihak kenagarian menyampaikan bahwa namanya sudah diusulkan sebagai calon penerima bantuan. Namun, setelah berselang beberapa tahun, bantuan yang diharapkan tersebut belum juga diterima.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena sejak suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan, ia harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Keadaan ini memunculkan pertanyaan mengenai tindak lanjut pengusulan data warga yang membutuhkan. Terlebih, berdasarkan hasil pencarian DTSEN versi 4 Tahun 2026, keluarga tersebut tercatat dalam desil 1, tetapi belum menerima sejumlah program bantuan sosial.

Baca Juga  Dengar Langsung Jeritan Warga, Pj Wali Nagari Turun Menyurvei Enam Rumah Tak Layak Huni

Wartawan berharap Pemerintah Nagari Koto Baru Koto Berapak, Pemerintah Kecamatan Bayang, serta instansi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai status pengusulan keluarga tersebut.

Selain itu, diperlukan verifikasi langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang bersangkutan agar bantuan pemerintah dapat disalurkan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Pendataan sosial bukan sekadar persoalan administrasi. Di balik data tersebut terdapat kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian. Jangan sampai warga yang berada dalam kondisi sulit justru harus menunggu bertahun-tahun tanpa kejelasan mengenai bantuan yang pernah diusulkan.

Discoverynews.id akan berupaya meminta klarifikasi kepada pemerintah nagari dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan mengenai persoalan tersebut.

IP.gani
Author: IP.gani