PONTIANAK | Discoverynews – Menanggapi video dan informasi yang beredar luas di media sosial terkait pelayanan medis terhadap pasien bayi, manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak akhirnya memberikan pernyataan resmi. Direktur RSU Yarsi Pontianak, Dr. Carlos Djaafara, M.Kes., angkat bicara untuk meluruskan berbagai tudingan miring yang dialamatkan kepada pihak rumah sakit.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan, pihak manajemen menegaskan beberapa poin penting sebagai bentuk klarifikasi atas insiden tersebut:
Tidak Benar Rumah Sakit Mengabaikan Pasien: Manajemen menegaskan bahwa pihak RSU Yarsi Pontianak selalu memberikan penanganan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku dan tidak pernah melakukan pengabaian terhadap pasien yang berobat.
Tudingan Perawat Tidak Beretika dan Arogan Adalah Tidak Benar: Terkait tuduhan sikap petugas medis yang dinilai kurang baik di dalam video, pihak rumah sakit memastikan bahwa perawat dan tenaga kesehatan yang bertugas tetap mematuhi standar etika profesi serta tidak bersikap arogan.
Tidak Ada Kelalaian Medis: RSU Yarsi Pontianak membantah keras adanya unsur kelalaian dalam merawat pasien bayi tersebut, di mana seluruh tindakan medis telah diberikan secara optimal oleh tim yang bertugas.
Pernyataan dalam Video Tidak Sesuai Fakta: Pihak manajemen menyatakan bahwa narasi dan keterangan yang disampaikan oleh pihak pasien di dalam video yang viral tersebut tidak benar adanya dan tidak menggambarkan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Menunggu Itikad Baik dari Pihak Terkait: Menyikapi penyebaran video tersebut, pihak RSU Yarsi Pontianak saat ini masih menanti adanya iktikad baik dari pihak keluarga pasien maupun media sosial yang turut menyebarluaskan informasi agar tercipta kejelasan serta pemulihan nama baik institusi.
Pihak RSU Yarsi Pontianak berharap agar masyarakat, khususnya warganet, dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital agar tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak sebelum mendapatkan penjelasan yang berimbang.
(Red)









Komentar