Kupang, DiscoveryNewsId_ Sebanyak 23 siswa SDI Wonda, Desa Ratemangga, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, mengikuti kegiatan sosialisasi “Stop Bullying” yang digelar mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang. Selasa, 18/08/2026
Meski jumlah siswanya tidak banyak, antusiasme anak-anak justru luar biasa. Materi anti-bullying dibawakan dengan cara ceria dan menyenangkan. Lewat permainan, diskusi, dan contoh kasus sederhana, mahasiswa KKN berusaha menanamkan nilai saling menghargai sejak dini.
Kepala SD Inpres Wonda, Johra, S.Pd, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, bullying dapat berdampak besar pada mental anak.
“Kegiatan seperti ini sangat penting. Dengan edukasi, anak-anak jadi paham dampak dari perilaku bullying dan bisa belajar memperlakukan teman dengan baik,” ujar Johra.
Ketua Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, Edwin Oka, menegaskan bahwa bullying bukan sekadar perkelahian anak-anak. Tindakan itu termasuk kekerasan terhadap anak dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Kami ingin anak-anak tahu, bahwa mengejek, memukul, atau mengucilkan teman itu salah dan ada konsekuensinya. Tujuannya agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” kata Edwin.
Potret SDI Wonda
Berdasarkan data sekolah, SDI Wonda saat ini memiliki:
1. Jumlah siswa: 23 orang dari Kampung Walomage dan Kampung Kojonana
2. Jumlah guru: 9 orang. Terdiri dari 7 PNS dan 2 PPPK
Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk menjadikan sekolah sebagai “rumah kedua” yang bebas dari kekerasan. Mahasiswa KKN berharap, 23 siswa ini bisa menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan anti-bullying ke teman dan keluarga di kampung.









Komentar