CIANJUR – Discoverynews.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani di Kabupaten Cianjur masih dalam kondisi aman.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala DTPHP Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, didampingi Ketua Tim Sarana dan Perencanaan DTPHP Kabupaten Cianjur, saat memaparkan perkembangan realisasi penyerapan pupuk bersubsidi hingga Agustus 2026, Rabu (7/10/2026).
Wahyu menjelaskan, berdasarkan data hingga Agustus 2026, pupuk urea mendapatkan alokasi sebanyak 42.384.000 kilogram, dengan realisasi penyerapan mencapai 21.906.000 kilogram atau sekitar 51,73 persen.
Sementara itu, untuk pupuk NPK, alokasi yang tersedia mencapai 37.000.000 kilogram, dengan realisasi penyerapan sebanyak 22.918.759 kilogram atau sekitar 61,94 persen.
Sedangkan pupuk organik mendapatkan alokasi sebanyak 40.000 kilogram, dengan realisasi penyerapan hingga Agustus mencapai 6.700 kilogram atau sekitar 16,75 persen.
Menurut Wahyu, jumlah pupuk yang telah ditebus oleh petani tidak selalu sama dengan total alokasi yang tersedia. Sebab, penebusan pupuk dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing petani serta menyesuaikan waktu dan kebutuhan pemupukan di lapangan.
“Penyerapan tersebut merupakan realisasi sampai bulan Agustus 2026. Jumlah pupuk yang ditebus petani dapat berbeda dari total alokasi, karena penebusannya dilakukan sesuai kebutuhan dan alokasi pupuk masing-masing petani serta mengikuti waktu dan kebutuhan pemupukan di lapangan,” jelas Wahyu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah melalui DTPHP terus memantau ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi agar dapat memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten C
ianjur.










Komentar