Cilegon,discoverynews.id
Keberadaan MBG yang dianggap sebagian masyarakat sangat membantu,namun sebagian lagi menyatakan merugikan dan hal tersebut bukan tidak beralasan namun fakta yang harus disikapi dengan bijak oleh semua pihak.
Dalam pelaksanaanya MBG sangat membantu meringankan beban para orang tua siswa karena berkurangnya jajan sianak disekolah itu hal yang terkecil namun dibalik itu semua tersimpan kekecewaan yang mendalam hingga dengan sengaja atau tidak sengaja masyarakat menyampaikan keluh kesahnya kepada pemerintah melalui sebagian media pemberitaan baik media lokal maupun media nasional.
“Kami terpaksa menyampaikan keluhan via teman teman wartawan aga sampai ke pemerintah tentang keluh kesah MBG yang anak anak kami terima disekolah” ujar Burhan warga Cilegon,Sabtu 04/04/2026.
“Awalnya semuanya makanan yang disajikan sangat tertata rapih dengan menu yang sangat memuaskan,namun setelah beberapa Minggu berjalan MBG baik itu menu maupun rasa sangat jauh dari kata sempurna dan terkesan apa adanya hingga nilai satu porsipun bila kami hitung paling tinggi sekitar Rp 8.000 an” ujarnya lagi.
Menurut sebagian masyarakat kecurangan itu bukan hanya dari pihak MBG saja,dari pihak sekolahpun mencari untung dengan berusaha mencatut hak hak siswa penerima MBG.
“Contohnya gampang kok,para siswa terutama yang anak anak yatim menerima santunan dari pihak MBG misalkan 50rb/anak namun oleh sekolah disunat menjadi 20rb/anak” papar Riyanto warga Cibeber kota Cilegon.
“Itukan kan zolim namanya,belum lagi hak yang mengurusi MBG disekolah,dari pihak MBG infonya ada insentif untuk pengurus disekolah,namun nyatanya hanya sampai beberapa puluh ribu saja yang sampai setiap bulannya”katanya lagi.
“Jadi menurut kami bukan hanya MBG saja yang bermasalah tapi pihak sekolahpun turut andil mengisi peluang korup berjamaah demi mencari untung pribadi dari ladang mbg,belum dari data siswa yang diperbanyak oleh nama siswa ghoib namun sangat disayangkan pihak MBG tidak peka,padahal sekali saja diadak sidak ke sekolah sekolah maka pihak MBG akan tau sekolah mana yang data siswa tidak sesuai dengan fakta alias banyak data siswa ghoibnya”paparnya mengakhiri.
Tim/Banten
