Bali,discoverynews.id- Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., mengikuti rangkaian hari kedua kongres internasional pemasyarakatan dan probation yang digelar di Aula Nusantara 2, Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Dalam kegiatan tersebut, Kabapas didampingi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda, Puguh Setyawan Jhody, S.H., M.H., mengikuti sesi pemaparan dari Prof. Ardianus Meliala, Ph.D., yang mengangkat tema “Maintaining Path for External Support to Deliver Public Services Taken by Prison and Probation Facilities.”
Dalam paparannya, Prof. Ardianus menyoroti tantangan yang masih dihadapi sistem pemasyarakatan, khususnya dalam memberikan layanan publik yang optimal sekaligus mendorong keberhasilan reintegrasi sosial klien. Ia menilai, kendala seperti birokrasi yang kaku dan keterbatasan sumber daya masih menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas program pembinaan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan pemasyarakatan. Aparatur diharapkan tidak lagi bergantung pada pola kerja berbasis otoritas semata, melainkan mampu bertransformasi menjadi lebih inovatif, adaptif, dan proaktif dalam menciptakan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu poin utama dalam pembahasan kongres adalah pentingnya dukungan eksternal dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, hingga masyarakat, dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat keberhasilan reintegrasi sosial.
Keikutsertaan Kabapas Semarang dalam forum internasional ini dinilai memberikan nilai strategis, khususnya dalam memperluas wawasan terkait penguatan sistem pemasyarakatan yang lebih modern dan responsif. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen dalam membangun sinergi lintas sektor guna mendukung pembinaan klien pemasyarakatan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Hasil dari partisipasi ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam peningkatan kinerja pemasyarakatan, khususnya di wilayah Jawa Tengah, dengan pendekatan yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
(Red)












