BANYUASIN, DiscoveryNews.id – Ribuan warga Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar aksi demonstrasi dengan mengepung Kantor Bupati Musi Banyuasin pada Senin (11/05/2026). Massa yang didominasi pekerja penyulingan minyak rakyat itu menuntut agar pemerintah daerah tidak menutup aktivitas penyulingan minyak yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam aksi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera melegalkan aktivitas penyulingan minyak dan sumur minyak rakyat yang selama ini dikelola masyarakat. Menurut warga, aktivitas tersebut telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan tidak pernah mengalami gangguan serius dari berbagai pihak.
Massa aksi juga menyampaikan bahwa penyulingan minyak merupakan satu-satunya sumber penghasilan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah Musi Banyuasin. Mereka menilai penutupan aktivitas tersebut akan berdampak besar terhadap ekonomi warga dan meningkatkan angka pengangguran.
Saat berorasi, warga mengancam akan kembali mendatangi Kantor Bupati dengan jumlah massa yang lebih besar apabila pemerintah tidak segera membuka kembali aktivitas penyulingan minyak rakyat tersebut. Bahkan, akses jalan masuk menuju Kantor Bupati sempat ditutup oleh massa aksi.
Diperkirakan sekitar sepuluh ribu warga turut hadir dalam aksi tersebut. Mereka mendesak pemerintah agar tidak melakukan penertiban maupun penutupan terhadap sumur dan tempat penyulingan minyak rakyat yang selama ini beroperasi di wilayah Musi Banyuasin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin belum memberikan tanggapan resmi. Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
Reporter: Saidi












