Nias Selatan —DiscoveryNews.id Sejumlah awak media online dan media cetak di Kabupaten Nias Selatan menyoroti sikap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Nias Selatan terkait tidak direalisasikannya anggaran publikasi dan kerja sama media Tahun Anggaran 2025.
Sorotan tersebut muncul setelah Kepala Dinas PUTR Kabupaten Nias Selatan, Kasiaro Ndruru, memberikan penjelasan resmi mengenai anggaran publikasi yang belakangan menjadi perhatian publik.
Dalam keterangannya kepada sejumlah media di ruang kerjanya pada Selasa (12/05/2026), Kasiaro membenarkan adanya alokasi anggaran dalam dokumen keuangan dinas. Anggaran tersebut terdiri dari belanja langganan jurnal, surat kabar, dan majalah sebesar Rp142,4 juta, serta belanja jasa iklan, reklame, film, dan pemotretan sebesar Rp35,7 juta.
Namun, sejumlah insan pers mempertanyakaan mengapa anggaran yang telah tercantum tersebut tidak direalisasikan kepada media online maupun media cetak di wilayah Nias Selatan.
Menurut sejumlah wartawan, keberadaan media memiliki peran penting sebagai corong informasi pembangunan pemerintah kepada masyarakat. Mereka menilai kerja sama publikasi seharusnya menjadi bagian dari dukungan terhadap keterbukaan informasi publik dan kemitraan antara pemerintah dengan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Media jangan dianggap sepele. Pers adalah bagian penting dalam menyampaikan program dan perjuangan pemerintah kepada masyarakat,” ujar salah seorang awak media.
Tidak direalisasikannya anggaran publikasi tersebut juga memunculkan dugaan bahwa pihak Dinas PUTR Nias Selatan tidak mampu mengelola anggaran yang telah tersedia, khususnya pada pos media online dan media cetak.
DiscoveryNews mencoba mengonfirmasi langsung Kepala Dinas PUTR Nias Selatan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (12/05/2026). Dalam tanggapannya, Kasiaro Ndruru hanya mengirimkan tautan berita klarifikasi terkait persoalan yang kini tengah mencuat di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan rinci terkait alasan tidak direalisasikannya anggaran publikasi tersebut kepada media.
redaksi sumatra












