KUPANG, 17 Mei 2026., Kepala Bidang Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU) mengapresiasi langkah cepat Pemkab Kupang menyalurkan 4.000 liter BBM ke Amfoang. Namun, mereka mendesak agar bantuan tahap berikutnya segera menyasar Amfoang Utara, Barat Daya, dan Barat Laut yang hingga kini belum tersentuh.
Penyaluran 4.000 liter BBM pada 12 Mei 2026 dinilai membantu meringankan kelangkaan yang melanda Amfoang Tengah dan Timur sejak awal Mei. Kehadiran BBM di SPBU Ni’masi disebut GERMAS PERMASKKU langsung dirasakan petani, nelayan, dan pelaku UMKM untuk menggerakkan ekonomi harian.
Kepala Bidang GERMAS PERMASKKU, Wilfridus Utan, menyampaikan terima kasih atas respons Pemkab Kupang.
“Kami berterima kasih. Penyaluran 4.000 liter ini bukti bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap masyarakat Amfoang. Ini langkah konkret yang patut diapresiasi,” ujar Wilfridus.
Meski begitu, hasil pemantauan lapangan pada 13-14 Mei 2026 menunjukkan distribusi belum merata. Tiga wilayah masih mengalami kekosongan dan kesulitan akses:
1. Amfoang Utara – Desa Oepuah dan Oenunu berjarak 45 km dari SPBU Ni’masi dengan kondisi jalan rusak. Warga belum menerima jatah BBM.
2. Amfoang Barat Daya – Desa Noelbaki dan Oelbubuk mengalami kekosongan BBM sejak 7 Mei 2026. Harga di pengecer liar mencapai Rp20.000–Rp22.000 per liter.
3. Amfoang Barat Laut – Desa Oelbanu dan Oesusu kekurangan solar untuk mesin rontok padi, mengancam gagal panen petani.
Atas kondisi tersebut, GERMAS PERMASKKU menyampaikan beberapa tuntutan:
1. Mendesak distribusi lanjutan khusus untuk Amfoang Utara, Barat Daya, dan Barat Laut dalam 3×24 jam.
2. Mendorong penggunaan mobil tangki kecil dan posko distribusi desa agar BBM menjangkau pelosok.
3. Meminta transparansi publikasi data distribusi 4.000 liter BBM: jumlah, titik distribusi, dan penerima.
“Amfoang bukan hanya Ni’masi. Pemerataan energi adalah bentuk keadilan. Kami apresiasi langkah awal ini, tapi kami akan terus kawal sampai Amfoang Utara, Barat Daya, dan Barat Laut juga merasakan dampaknya,” tegas Wilfridus.
GERMAS PERMASKKU menyatakan akan terus memantau dan mengawal distribusi agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan. (Om Yekho/Red)












