TEHERAN, 18 Juni 2026 – Discoverynews.id – Sebanyak 11 kapal tanker Iran dilaporkan berhasil melintasi blokade Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz, Teluk Persia, setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara kedua negara.
Keberhasilan armada tanker tersebut menandai mulai pulihnya jalur distribusi minyak Iran yang sebelumnya terganggu akibat meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington dalam beberapa bulan terakhir. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Berdasarkan laporan media internasional yang dikutip Detikcom, kapal-kapal tanker itu berhasil melewati kawasan yang sebelumnya berada dalam pengawasan ketat armada laut AS. Sebelumnya, sejumlah kapal yang berupaya keluar dari pelabuhan Iran dilaporkan mengalami pembatasan dan pemeriksaan sebagai bagian dari kebijakan blokade yang diberlakukan Washington.
Kesepakatan damai yang dicapai pada pertengahan Juni 2026 menjadi titik balik hubungan kedua negara yang sempat memanas akibat konflik di Timur Tengah. Dengan terbukanya kembali akses pelayaran, ekspor minyak Iran diperkirakan mulai kembali normal sehingga dapat membantu menstabilkan pasokan energi global.
Pengamat energi menilai keberhasilan 11 kapal tanker tersebut tidak hanya berdampak bagi Iran, tetapi juga bagi pasar minyak dunia. Pasalnya, sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz setiap harinya. Gangguan di jalur tersebut selama ini menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran pasar internasional.
Meski demikian, sejumlah analis menilai situasi di kawasan masih memerlukan pengawasan ketat. Kesepakatan damai yang telah dicapai dinilai masih berada pada tahap awal dan berpotensi menghadapi berbagai tantangan politik maupun keamanan di masa mendatang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran serta berharap langkah tersebut menjadi awal bagi terciptanya stabilitas yang lebih permanen di kawasan Timur Tengah.
Redaksi Discoverynews.id akan terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz serta dampaknya terhadap perdagangan minyak dan ekonomi global.










Komentar