Jakarta discoverynews.id– Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bertambah menjadi empat orang. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan seluruh kasus akan dievaluasi secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.
Keempat peserta yang meninggal dunia adalah Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Masing-masing menjalani pendidikan di satuan pendidikan TNI yang berbeda dan dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama masa pelatihan.
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional SPPI telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Langkah yang ditempuh meliputi penguatan seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan tenaga kesehatan selama pendidikan, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.
Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan sempat mengeluhkan sesak napas saat mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465. Setelah kondisinya kembali memburuk, ia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.
Sementara itu, Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi yang dialaminya berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB). Adapun Anisa Muyassaroh dilaporkan meninggal akibat heat stroke ketika mengikuti pendidikan di Balikpapan, sedangkan Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat henti jantung (cardiac arrest) setelah menjalani pelatihan di Baturaja.
Kemhan menegaskan seluruh peserta yang meninggal telah melalui tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan. Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan terhadap pelaksanaan program SPPI.












Komentar