Bekasi, Discoverynews.id – Perempuan memiliki peran yang semakin strategis dalam memperkuat gerakn Serikat Pekerja. Keterlibatannya tidak hanya sebagai anggota akan tetapi berperan sebagai negosiator dan pengambil keputusan yang memperjuangkan hak pekerja diberbagai sektor. Dalam agenda Rapat Kerja Nasional(Rakernas) Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia(F-SPGI) yang dilakukan di Aston Imperial hotel kota Beksi tampak hadir kaum pekerja dari kalangan perempuan dari wilayah Jabodetabek, Jumat(17/07/2026).
Eksistensi Serikat Pekerja Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kaum pekerja. Peran perempuan dalam organisasi serikat buruh atau serikat pekerja bukan sekadar sebagai pelengkap jumlah anggota, melainkan sebagai motor penggerak utama untuk memperjuangkan hak-hak normatif dan perlindungan khusus yang sering kali luput dari agenda utama yang didominasi perspektif laki-laki.
Dalam keterangannya wakil Sekjen bidang Organisasi FSGI Ika Asih mengungkap kalau perempuan bukan hanya sebagai pelengkap dalam pergerakan organisasi.
“Gerakan perempuan di Serikat pekerja adalah motor penggerak keadilan, dan tentunya memastikan hak-hak ketenagakerjaan tidak mengabaikan kesetaraan gender. Dalam struktur FSPGI kehadiran aktivis perempuan mengedepankan anti diskriminasi serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman untuk semua kaum khususnya perempuan,” ucap Ika digedung hotel Aston Imperial kota Bekasi, Jumat(17/07/2026).
Kehadiran perempuan di dalam struktur serikat buruh sangat krusial untuk memastikan keadilan yang inklusif di tempat kerja. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam hal advokasi, perundingan hingga bisa mengakomodasi kepentingan pekerja tanpa diskriminasi. Melalui peran aktifnya, perempuan tidak hanya memperjuangkan hak pekerja, namun bisa berkontribusi dalam memperkuat solidaritas antar pekerja.(Jho)













Komentar