Pendidikan sebenarnya tidak serumit yang sering dibayangkan. Kadang-kadang, maknanya dapat ditemukan pada benda yang sangat sederhana: sebuah pensil dan sebuah penghapus.
Bayangkan ada dua pensil. Yang satu mahal, indah, dan disimpan rapi di dalam kotak. Yang satu lagi murah, sederhana, bahkan mungkin penuh goresan. Pertanyaannya, mana yang lebih berharga?
Jawabannya bukan terletak pada harga. Sebab pensil yang mahal tetapi tidak pernah digunakan tidak akan pernah menulis apa pun. Ia tidak akan melahirkan gagasan, tidak akan mencatat perjalanan hidup, dan tidak akan meninggalkan jejak sejarah.
Sebaliknya, pensil yang sederhana akan menjadi berharga ketika digunakan. Ia menulis mimpi, mencatat pengetahuan, melahirkan karya, bahkan menjadi saksi perubahan zaman. Semakin pendek ukurannya karena sering digunakan, semakin besar pula manfaat yang telah diberikannya.
Begitulah manusia. Nilai seseorang tidak ditentukan oleh tempat ia dilahirkan, dari keluarga mana ia berasal, atau seberapa mewah fasilitas yang dimilikinya. Nilai seseorang ditentukan oleh seberapa besar ia menggunakan ilmu, kesempatan, dan waktunya untuk berkarya.
Namun di ujung pensil selalu ada sesuatu yang sering dilupakan, yaitu penghapus.
Penghapus mengajarkan bahwa kesalahan bukanlah akhir dari perjalanan. Setiap manusia pasti pernah salah, gagal, jatuh, dan mengambil keputusan yang keliru. Tetapi sebagaimana tulisan yang salah dapat diperbaiki oleh penghapus, kehidupan pun selalu memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Orang yang takut salah sering kali tidak berani menulis apa pun dalam hidupnya. Padahal mereka yang berani mencoba, meski berkali-kali salah, justru memiliki kesempatan lebih besar untuk menciptakan sesuatu yang berarti.
Pensil mengajarkan kita untuk terus menulis. Penghapus mengajarkan kita untuk terus memperbaiki.
Karena itu, jangan terlalu sibuk menjadi pensil yang terlihat mahal. Jadilah pensil yang bermanfaat. Jangan takut membuat kesalahan selama masih memiliki keberanian untuk memperbaikinya.
Pada akhirnya, sejarah tidak ditulis oleh pensil yang paling mahal, melainkan oleh pensil yang terus digunakan. Dan kehidupan yang baik bukanlah kehidupan tanpa kesalahan, melainkan kehidupan yang selalu bersedia belajar dari setiap kesalahan yang pernah dibuat.







Komentar