Karawang – Program permakanan bagi lanjut usia (lansia) di Kabupaten Karawang yang terhenti sejak awal tahun 2026 menyisakan keprihatinan. Salah satunya dialami Ma Icih (77), seorang lansia yang tinggal seorang diri di Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.
Ma Icih mengaku sejak bantuan permakanan tidak lagi diterima selama hampir tujuh bulan terakhir, dirinya terpaksa makan seadanya karena keterbatasan ekonomi.
“Sekarang makan apa adanya. Ini saja makan pakai garam dan Chiki, tidak ada lauk,” ujar Ma Icih.
Ia berharap pemerintah dapat kembali melanjutkan program permakanan lansia karena selama program tersebut berjalan, kebutuhan makan hariannya lebih terjamin.
“Kalau permakanan ada lagi, saya bisa makan enak. Ada ayam, daging sapi, telur, buah, dan makanan bergizi lainnya. Semoga program itu dilanjutkan lagi,” harapnya.
Di sisi lain, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Permakanan Lansia Kecamatan Batujaya, Wasim, mengatakan program permakanan lansia memang telah berhenti hampir tujuh bulan sepanjang tahun 2026.
“Program permakanan lansia sampai saat ini belum berjalan kembali. Berdasarkan keterangan yang kami terima dari pihak Kementerian Sosial, anggaran untuk program tersebut tidak tersedia sehingga penyaluran bantuan belum dapat dilaksanakan,” jelas Wasim.
Terhentinya program tersebut berdampak pada banyak lansia yang sebelumnya bergantung pada bantuan makanan bergizi setiap hari. Para penerima manfaat berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi agar program permakanan lansia dapat kembali berjalan demi menjamin kebutuhan gizi dan kesejahteraan para lansia yang hidup dalam keterbatasan. (WM)







Komentar