Semarang Discoverynews.id – Empat puluh lima tahun bukan sekadar hitungan usia bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Lebih dari empat dekade perjalanan tersebut menjadi saksi lahirnya ribuan guru bimbingan dan konselor yang kini mengabdi di berbagai daerah di Indonesia. Momentum itulah yang dirayakan dalam Dies Natalis ke-45 Program Studi BK UPGRIS di Aula Gedung Pascasarjana Lantai 5 UPGRIS, Jumat (24/7/2026).
Perayaan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan beserta jajaran, Ketua Program Studi BK bersama seluruh dosen, mahasiswa, alumni, Pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) BK, serta para tamu undangan. Momen tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang program studi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan bimbingan dan konseling di Indonesia.
Ketua HIMA BK UPGRIS, Naufal Yustin Revalian, mengatakan peringatan Dies Natalis tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara HIMA BK dan Program Studi BK UPGRIS. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun selama ini menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk terus belajar, berorganisasi, dan mengembangkan diri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Program Studi BK yang selalu memberikan ruang, kepercayaan, dan pendampingan kepada HIMA dalam setiap kegiatan. Dukungan itu membuat kami semakin percaya diri untuk terus berkarya. Selamat ulang tahun ke-45 untuk Prodi BK UPGRIS. Semoga semakin maju, semakin menginspirasi, dan terus melahirkan lulusan terbaik bagi dunia pendidikan,” ujar Naufal.
Dalam rangkaian Dies Natalis tersebut, Program Studi BK juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dan dosen dalam berbagai kategori. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, prestasi, inovasi, dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung kemajuan Program Studi BK UPGRIS.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas PGRI Semarang (IKA UPGRIS) Cabang Khusus Program Studi BK, Tulus Wardoyo, S.Pd., M.Pd., Gr., menilai usia ke-45 menjadi tonggak penting bagi Program Studi BK untuk terus memperluas kontribusinya.
“Selamat ulang tahun ke-45 untuk Prodi BK UPGRIS. Semoga semakin produktif mencetak guru BK dan konselor yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman. Kami juga berharap keilmuan bimbingan dan konseling semakin berkembang sehingga lulusannya tidak hanya berkiprah di sekolah, tetapi juga mampu mengambil peran di berbagai sektor yang membutuhkan layanan konseling,” katanya.
Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UPGRIS, Dr. Dini Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyebut usia 45 tahun sebagai fase kematangan yang harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan produktivitas.
Menurutnya, capaian Program Studi BK hingga saat ini merupakan hasil dari semangat gotong royong seluruh sivitas akademika yang selama puluhan tahun terus menjaga budaya saling mendukung.
“Usia 45 tahun merupakan usia yang matang. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami bersyukur karena perjalanan panjang ini dibangun oleh semangat kekeluargaan yang kuat antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan seluruh mitra yang selama ini membersamai BK UPGRIS,” ungkap Dini.
Ia berharap semangat tersebut terus menjadi fondasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia kerja.
Nuansa reflektif semakin terasa saat Dra. Tri Suyati, M.Pd., dosen purnatugas BK sekaligus tokoh UPGRIS dan pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PT PGRI Jawa Tengah, mengenang sejarah berdirinya Program Studi BK.
Menurutnya, BK memiliki posisi yang sangat istimewa dalam sejarah UPGRIS karena menjadi salah satu jurusan pertama ketika kampus tersebut mulai berdiri.
“Kalau diibaratkan dalam sebuah keluarga, BK adalah anak mbarep-nya UPGRIS. Sejak awal berdiri, kampus ini hanya memiliki dua jurusan, yaitu BK dan PPKn. Perjalanan panjang itu tentu dipenuhi tantangan, tetapi justru dari proses itulah BK tumbuh menjadi program studi yang kuat. Saya berharap BK UPGRIS terus menjaga marwahnya sebagai pelopor, semakin berjaya, dan semakin fokus mencetak generasi pendidik yang mampu membawa perubahan bagi bangsa,” tutur Tri Suyati.
Perayaan Dies Natalis ke-45 tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga menjadi titik tolak untuk menatap masa depan. Dengan pengalaman yang telah dibangun selama lebih dari empat dekade, Program Studi BK UPGRIS optimistis mampu terus berinovasi, memperkuat kualitas akademik, dan memperluas kontribusinya dalam menyiapkan guru bimbingan dan konselor profesional yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, kegiatan juga dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus IKA UPGRIS Cabang Khusus Program Studi BK sisa masa bakti 2023–2028 oleh Pengurus Pusat IKA UPGRIS yang dipimpin Ketua Pengurus Pusat Ahmad Iskak, S.Pd., M.Pd. Agenda tersebut kemudian diakhiri dengan rapat kerja organisasi alumni yang menghasilkan sejumlah program strategis, termasuk rencana penyelenggaraan Reuni Akbar Alumni BK UPGRIS pada 2027, sebagai upaya memperkuat jejaring alumni dan mendukung kemajuan almamater.
Yanuar













Komentar