PONTIANAK | Discoverynews – Suasana siang di kawasan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, mendadak mencekam dan penuh isak tangis pada Selasa (18/8/2026). Sebuah kecelakaan lalu lintas fatal yang melibatkan satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh tiga orang anak sekolah dengan sebuah truk tronton bermuatan besar terjadi di jalan raya, tepatnya di tikungan tajam depan masjid setempat. Insiden memilukan ini mengakibatkan dua orang siswa meninggal dunia secara mengenaskan di lokasi kejadian akibat luka parah, sementara satu rekan mereka berhasil selamat dari maut.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian dan informasi sementara yang dihimpun, kronologi peristiwa bermula ketika sepeda motor yang dikendarai oleh ketiga anak sekolah tersebut melaju dari arah dalam kota menuju arah luar. Ketiganya tampak berboncengan tiga (gonceng tiga) di atas satu motor, dan dugaan kuat mereka baru saja pulang dari kegiatan sekolah mengingat masih mengenakan seragam. Setibanya di lokasi kejadian, yang merupakan area tikungan cukup tajam di depan masjid, pengendara motor diduga mencoba mendahului atau berpapasan terlalu dekat dengan sebuah kendaraan besar.
Di saat yang bersamaan, sebuah truk tronton melintas di jalur tersebut. Diduga karena ruang gerak yang sempit di tikungan atau kehilangan keseimbangan akibat muatan berlebih (gonceng tiga), sepeda motor tersebut bersenggolan dengan badan tronton. Akibat senggolan tersebut, pengendara motor kehilangan kendali penuh dan menyebabkan motor beserta ketiga penumpangnya jatuh terhempas ke aspal. Naas, dua dari anak sekolah tersebut jatuh ke arah kolong truk dan langsung terlindas oleh ban belakang truk tronton yang berukuran besar.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung histeris dan berlarian mencoba memberikan pertolongan. Namun, kondisi dua korban sangat memprihatinkan dan dipastikan meninggal dunia di tempat kejadian akibat cedera kepala berat dan luka traumatis lainnya. Sementara itu, satu anak lainnya yang posisi jatuhnya sedikit menjauh dari kolong truk berhasil selamat, meskipun mengalami shock berat dan luka-luka lecet di sekujur tubuhnya. Warga segera mengevakuasi korban yang selamat ke tepi jalan untuk ditenangkan.
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Pontianak tiba di lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat macet total akibat banyaknya warga yang berkerumun. Isak tangis pecah ketika keluarga korban tiba di lokasi dan mendapati anak mereka sudah terbujur kaku di bawah tutupan kantong jenazah dan kain seadanya. Jasad kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan sopir truk tronton beserta kendaraannya untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pengemudi motor yang selamat juga akan dimintai keterangan setelah kondisinya stabil. Kasus ini kembali menjadi peringatan keras akan bahaya berkendara melebihi kapasitas (bonceng tiga), terutama bagi anak di bawah umur atau anak sekolah yang belum memiliki kecakapan dan izin berkendara yang sah, serta perlunya kewaspadaan ekstra saat berhadapan dengan kendaraan berat di jalan raya.
(Tim/Red)









Komentar