Maluku,Discoverynews.Id-Respons kilat serta langkah tegas ditunjukkan oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han. bersama Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto dan Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung guna meredam ketegangan yang sempat memanas di wilayah Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat. Ketiga pimpinan tertinggi TNI–Polri di Maluku turun langsung ke lokasi pada Jumat (11/9/2026) guna mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi konflik yang berpotensi meluas.
Ketegangan berdarah yang sempat pecah berawal dari isu kebakaran lahan, yang kemudian memicu amarah massa hingga terjadi aksi saling serang antarwarga. Peristiwa ini menimbulkan dampak nyata: sejumlah warga mengalami luka akibat penggunaan senapan angin, serta puluhan bangunan tempat tinggal warga di Desa Patahuwe terbakar habis. Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 27 unit rumah hangus dilalap api dan 4 orang warga dilaporkan menderita luka-luka akibat kejadian tersebut.
Melihat situasi yang kritis dan berisiko meluas, Pangdam XV/Pattimura segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan penebalan kekuatan pasukan di garis batas kedua desa. Ratusan personel gabungan dari Yonif TP 865/Satria Manewata, Kodim 1513/SBB, Polsek Taniwel, serta satuan Brimob Piru segera diterjunkan ke titik–titik rawan untuk membentuk sekat pengamanan, mengunci pergerakan massa, dan memutus rantai potensi bentrokan susulan.
Di tengah lokasi kejadian, Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan dengan tegas bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi pihak manapun yang berniat memperkeruh suasana atau melakukan tindakan main hakim sendiri.
“TNI dan Polri akan terus memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa, mencegah terjadinya bentrokan susulan, serta memastikan situasi tetap terkendali hingga wilayah ini benar–benar aman dan kembali kondusif sepenuhnya,” ujar Pangdam dengan tegas di hadapan warga dan aparat di lapangan.
Pangdam juga mendesak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menahan diri, tidak membawa senjata tajam maupun senjata jenis apapun, serta menghentikan segala bentuk provokasi yang berpotensi memicu perpecahan dan permusuhan. Ia menegaskan bahwa seluruh persoalan yang ada saat ini akan diselesaikan secara tuntas dan adil melalui jalur hukum, yang ditangani secara profesional oleh aparat penegak hukum.
Guna mewujudkan perdamaian yang kokoh dan permanen, Pangdam XV/Pattimura mengajak dan merangkul seluruh elemen masyarakat — mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuka masyarakat, hingga para pemuda — untuk bersatu dan bergotong royong mendinginkan suasana. Masyarakat juga diminta untuk waspada dan menolak penyebaran berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial, yang kerap menjadi pemicu keresahan dan ketegangan baru.
“Jangan sampai persoalan yang sebenarnya sederhana ini berkembang menjadi lebih besar dan akhirnya merugikan kita semua, merusak persaudaraan yang sudah lama terjalin. Mari kita jaga Maluku tetap aman, damai, dan bersatu, karena keamanan serta kedamaian di daerah ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pesan Pangdam yang disambut dukungan warga yang hadir.
Senada dengan hal itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menyampaikan bahwa akar dari seluruh perselisihan yang terjadi hanyalah kesalahpahaman semata yang berlebihan. Fokus utama pemerintah dan aparat keamanan saat ini telah beralih ke tahap pemulihan dan pemulangan suasana damai. Bersama pemerintah daerah, aparat keamanan akan bergotong royong membantu warga memperbaiki dan membangun kembali rumah–rumah serta fasilitas umum yang rusak atau terbakar akibat peristiwa ini.
Berkat kecepatan tanggapan, ketegasan sikap, serta kesatuan langkah Pangdam XV/Pattimura bersama Kapolda Maluku dan seluruh jajaran, ketegangan yang sempat membara berhasil diredam sepenuhnya. Saat ini arus lalu lintas dan aktivitas warga di Desa Lisabata maupun Desa Patahuwe sudah kembali berjalan normal, dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.















Komentar